Kecuali berdasarkan hasil evaluasi di Pemprop Bila Pagu APBD Diubah Sepihak, DPRD tak Bertanggungjawab Ratahan, KOMENTAR DPRD Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) me-warning Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) untuk tak mela-kukan perubahan terhadap item dan pagu anggaran yang sudah disepakati lewat pem-bahasan menjadi APBD Kabu-paten Mitra Tahun Anggaran 2012. Kalau ada perubahan, maka DPRD tidak akan ber-tanggungjawab bilamana kemudian terjadi persoalan (hukum) di kemudian hari. Ketua DPRD Kabupaten Mitra, Tonny Hendrik Lasut AmTm menjelaskan, pada prinsipnya, item penganggaran yang sudah ditata dan disah-kan dalam rapat paripurna DPRD seperti misalnya APBD, tidak boleh diubah lagi. “Peru-bahan hanya dimungkinkan berdasarkan hasil konsultasi dan evaluasi di Pemprop. Dan secara umum perubahan do-kumen anggaran harus melalui mekanisme pembahasan antara TAPD dengan Banggar DPRD. Tidak boleh TAPD me-ngubahnya sepihak,” katanya kepada harian ini, pekan lalu. Di luar hasil evaluasi di Pem-prop, maka APBD yang sudah disahkan tidak boleh diutak-atik lagi. “Apalagi kalau TAPD yang seenaknya melakukan peru-bahan dalam APBD. DPRD tidak akan bertanggungjawab seandainya saja hal ini terjadi dan nantinya di kemudian hari ada persoalan (hukum) yang muncul dari hal ini,” warning-nya. DISERAHKAN GUBERNUR Sementara itu, Asisten III Bidang Keuangan dan Admi-nistrasi Umum Setdakab Mitra, Dra Feibe Rondonuwu MSi menjelaskan, dalam proses evaluasi tidak ada perubahan dalam hal ini pengurangan atau penambahan pagu anggaran. Yang ada hanyalah penyesuai-an-penyesuaian dan penataan-penataan. “Ada yang misalnya salah penempatan, harusnya di belanja barang dan jasa, tetapi ditata di belanja modal. Atau harusnya di belanja langsung, tapi ditata di belanja tidak lang-sung. Itu yang diminta disesuai-kan berdasarkan hasil evaluasi. Tetapi tidak melakukan penam-bahan atau pengurangan pagu anggaran,” terangnya. Rondonuwu menambahkan, persetujuan terhadap APBD 2012 dari Pemprop Sulut su-dah didapatkan, khususnya SK Gubernur Sulut. “Sudah dise-rahkan langsung persetujuan itu oleh gubernur kepada ibu bupati. Dan kira-kira pekan depan APBD Mitra Tahun Anggaran 2012 sudah bisa berjalan,” pungkasnya.(ftj) Wabup Hadiri HUT Iwekehalesan Jabodetabek WAKIL Bupati Minahasa Tenggara (Mitra), Drs Jeremia Damongilala MSi dan Ketua TP PKK Kabupaten Mitra, dr Herlina Damongilala Siwu menghadiri perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) perkum-pulan masyarakat Tonsawang yang tergabung dalam kelom-pok Iwekehalesan se-Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek), Sabtu (14/01) akhir pekan lalu di GPIB Petra Jakarta Utara. Pe-rayaan HUT ini juga dirang-kaian dengan perayaan Natal. Dalam sambutannya, Wa-bup menyatakan, ikatan ke-rukunan masyarakat kawa-nua di luar Mitra, termasuk di Jabodetabek ini harus terus dijaga dan dipelihara. “Karena perkumpulan seperti ini juga bisa memberikan nilai dan manfaat positif bagi Mitra secara umum,” katanya. Karena itu, lanjut Wabup, putra Mitra yang telah sukses di luar daerah agar tetap me-ngingat dan memperhatikan serta membangun Mitra. Ha-dir dalam acara ini Ketua Ru-kun Joppy Pauran, mantan Duta besar RI Drs Les Ma-noppo dan istri, Ketua Keru-kunan Kawanua Mitra Vedy Ompi serta para pendiri Iwe-kahalesan. Acara yang diha-diri tujuh ratusan orang ini ini didahului dengan laporan ketua panitia Ny Ellen Hendjan-Kosegeran.(ftj) Pemprop Diminta Tuntaskan Tapal Batas Mitra-Boltim Ratahan, KOMENTAR Masalah tapal batas antara Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) dengan Kabupaten Bolmong Timur (Boltim) harus secepatnya dituntaskan karena sangat potensial menjadi sumber masalah. Karena itu Pemprop Sulut yang saat ini menangani masalah tapal batas diminta untuk segera mengambil keputusan. Kepada harian ini, Minggu (15/01) kemarin, anggota DPRD Kabupaten Mitra dari Ratatotok, H Rakimin Ibrahim mengungkapkan, sampai saat ini pemprop Sulut belum mengambil keputusan tentang letak batas wilayah, sehingga baik Kabupaten Mitra maupun Kabupaten Boltim bersikeras mempertahankan pendapat masing-masing tentang batas wilayah. Menurut Rakimin, belum tuntasnya masalah tapal batas ini sangat berpotensi menjadi sumber konflik antara warga di kedua Kabupaten, khususnya yang ada di perbatasan yakni di Ratatotok dan di Buyat. “Jangan hanya karena persoalan batas wilayah, masyarakat Kabupaten Mitra dan Kabupaten Boltim khususnya masyarakat Ratatotok dam Buyat yang selama ini hidup rukun dan damai menjadi tidak nyaman dan bisa saja berseteru,” tukasnya. Rakimin juga mengaku sangat menyesalkan pernyataan anggota DPRD Boltim yang mulai main klaim antara lain dengan menyatakan bahwa lokasi objek wisata Pantai Lakban adalah milik Kabupaten Boltim. “Kenapa baru sekarang menyatakan seperti itu setelah objek wisata sudah difasilitasi oleh Pemkab Mitra?” pungkasnya.(ftj) | ||||
| © Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin |
Selasa, 17 Januari 2012
Senin, 16 Januari 2012
BAKAT PADA ANAK
PROGRAM/KEGIATAN PENGEMBANGAN BAKAT, POTENSI DAN PRESTASI PESERTA DIDIK
KARYA TULIS
DISAMPAIKAN DALAM LOMBA GURU TELADAN
TINGKAT KOTA CIMAHI TAHUN 2009
DISUSUN OLEH :
NAMA : DESI SAFTIRI, A. Ma
SEKOLAH : RA AL ARAFAH
RAUDHATHUL ATHFAL (RA) AL-ARAFAH
KOTA CIMAHI
PROVINSI JAWA BARAT
2009
LEMBAR PENGESAHAN KARYA TULIS
JUDUL : PROGRAM/KEGIATAN PENGEMBANGAN BAKAT, POTENSI DAN PRESTASI PESERTA DIDIK
Cimahi, September 2009
Mengetahui/Menyetujui
Kepala RA Al Arafah
Siti Nani Wahidah, S. Pd
ABSTRAKSI
Menurut pakar psikologi pendidikan, Prof. Dr. S.C. Utami Munandar, anak berbakat berbeda dengan anak pintar. “Bakat berarti punya potensi. Sedangkan pintar bisa didapat dari tekun mempelajari sesuatu,” jelasnya. Tapi meski tekun namun tak berpotensi, seseorang tak akan bisa optimal seperti halnya anak berbakat. “Kalau anak tak berbakat musikal, misalnya. Biar dikursuskan musik sehebat apa pun, ya, kemampuannya sebegitu-begitu saja. Tak akan berkembang.” “Sebaliknya, jika anak berbakat tapi lingkungannya tak menunjang, ia pun tak akan berkembang.” Soal bakat musik tadi, misalnya. Jika di rumah tak ada alat-alat musik, bakatnya akan terpendam,” jelas guru besar tetap Fakultas Psikologi UI ini.
Mengenali bakat anak memang butuh kecermatan. Jangan juga bakat disamakan dengan pintar. Berbakat berarti memiliki potensi, sedangkan kepintaran didapat dari ketekunan mempelajari sesuatu. Dan hasilnyapun akan berbeda, ketekunan yang tidak dibekali bakat tentu hasilnya tidak sebaik jika ketekunan iti disertai dengan bakat. Sebaliknya juga jika bakat anak tidak didukung lingkungan, ia tak akan berkembang. bakat itu hanya akan terpendam.
Karya tulis ini berisi tentang apa yang dimaksud dengan bakat itu sendiri, macam – macam bakat , cara mengenali bakat yang ada pada anak dan bagaimana cara pengembangannya
KATA PENGANTAR
Bismillaahirrahmaanirrahiim,
Assalamuallaikum Wr Wb
Maha Suci Allah yang telah mentakdirkan manusia menjadi hamba Allah yang paling mulia, dengan diberinya akal pikiran sehingga manusia mencapai derajat yang paling mulia.Shalawat dan salam semoga tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, kepada keluarga, sahabat, dan seluruh umatnya. Alhamdulillah dengan pertolongan Allah SWT saya telah dapat menyusun karya tulis yang berjudul “PROGRAM/KEGIATAN PENGEMBANGAN BAKAT, POTENSI DAN PRESTASI PESERTA DIDIK” Karya tulis ini disusun dalam rangka memenuhi persyaratan lomba guru teladan. Dalam kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi – tingginya kepada semua pihak yang membantu penulisan ini. Secara khusus penulis menyampaikan terima kasih kepada :
1. Yth. K.H Endang M. Djadjuli, Kepala Yayasan Al – Arafah
2. Yth. Siti Nani Wahidah, S. Pd, Kepala RA Al – Arafah
3. Yth. Dedi Supriyadi, S. Ag, Ketua IGRA Kota Cimahi
4. Rekan guru RA Al – Arafah
5. Rekan IGRA Kota Cimahi
6. Orang tua siswa/i RA Al – Arafah
Mudah – mudahan amal dan jasa baik mereka diterima oleh Allah SWT, dan dibalas dengan pahala yang berlipat ganda. Dan semoga karya tulis ini bermanfaat, khususnya bagi penulis dan bagi pembaca pada umumnya. Penulis menyadari bahwa karya tulis ini masih terdapat kekurangan dan kelemahan. Oleh karena itu, kritik dan saran para pembaca akan penulis terima dengan senang hati demi penyempurnaan karya tulis ini di masa yang akan datang.
Wassalamuallaikum Wr Wb
Cimahi, September 2009
Penulis
Desi Safitri, A. Ma
DAFTAR ISI
ABSTRAKSI i
DAFTAR ISI i
KATA PENGANTAR i
DAFTAR ISI ii
DAFTAR LAMPIRAN iii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah i
B. Identifikasi Masalah i
C. Maksud dan Tujuan Penelitian i
D. Metode Penelitian i
E. Manfaat penelitian i
F. Sistematika Penelitian i
BAB II ISI
A. Pengertian Bakat i
B. Macam – macam Bakat i
C. Ciri – ciri Bakat pada Anak i
D. Pengembangan Bakat i
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan i
B. Saran i
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
DAFTAR RIWAYAT HIDUP PENULIS
DAFTAR LAMPIRAN
LAMPIRAN 1 Surat Keterangan Penulisan Karya Tulis
LAMPIRAN 2 Talent Map
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Di dalam Undang – undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Dasar, Fungsi dan Tujuan Sistem Pendidikan Nasional, Bab II pasal 3 tertulis Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif mandiri dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Kemudian pada Bab V pasal 12 ayat 1 point b tertulis setiap peserta didik pada setiap satuan pendidikan berhak mendapatkan pelayanan pendidikan sesuai dengan bakat, minat dan kemampuannya. Perda Kota Cimahi no 4 tahun 2007 yang tertulis bahwa pengembangan diri bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat, minat, kondisi dan perkembangan peserta didik, dengan memperhatikan kondisi sekolah/madrasah
Potensi yang dimaksud di atas bisa diartikan sebagai bakat, maupun minat siswa. Saat ini banyak remaja maupun dewasa yang tidak tahu akan bakat, maupun minatnya. Bila mereka tahu akan bakat dan minatnya sejak dini mereka mampu menjadikan bakat tersebut sebagai kekuata maka Insya Allah dewasa nanti mereka bisa menjadi orang yang sukses. Adapun guru sebagai fasiliatator pembelajaran yang bertanggung jawab terhadap perkembangan siswa alangkah baiknya dapat mengenali bakat apa yang dimiliki oleh siswanya. Selanjutnya guru berusaha mengembangkan bakat yang dimliki oleh anak agar kebanyakan dilema yang terjadi di masyarakat tidak terjadi lagi. Oleh karena itu penulis merasa tertarik mengkaji bagaimana cara mengembangkan bakat sejak usia dini mengingat usia dini merupakan usia yang sangat penting. Hasil penelitian yang telah dilakukan penulis dituangkan dalam karya tulis yang berjudul : “PROGRAM/KEGIATAN PENGEMBANGAN BAKAT, POTENSI DAN PRESTASI PESERTA DIDIK”
B. Identifikasi Masalah
Ada banyak hal yang menjadi penyebab utama mengapa banyak sekali banyak terpendam misalnya ketidakpekaan orangtua terhadap bakat anaknya, lingkungan yang tidak menunjang, tidak ada masukan mengenai bakatnya, atau mungkin bakat yang ada belum terasah atau kurangnya kesempatan untuk dikembangkan sehingga menjadi terpendam, dan juga sistem pendidikan yang ada mengunakan pola penyeragaman sehingga sulit untuk memperhatikan keunikan bakat para siswa.
Karena itu timbul berbagai pertanyaan dalam benak penulis seperti :
1. Apa bakat itu ?
2. Ada berapa jenis bakat yang ada ?
3. Bagaimana cara mengenali bakat pada anak ?
4. Bagaimana cara mengembangkan bakat agar bakat anak tidak terpendam ?
C. Maksud dan Tujuan Penelitian
Maksud dari penelitian ini adalah untuk mengetahui cara mengenali bakat yang dimiliki oleh anak.
Dan sebagai tujuannya adalah untuk mengembangkan bakat yang ada pada anak sehingga bisa digunakan sebagai kekuatannya.
D. Metode Penelitian
Metode yang kami pakai dalam penyusunan karya ilmiah ini adalah :
- Penelitian terhadap siswa/I RA Al Arafah
- Sumber tertulis seperti buku, internet
- Mencari keterangan dari orang – orang terdekat
E. Manfaat penelitian
Dengan diselesaikannya karya tulis ini diharapkan agar dapat memberikan manfaat berupa pengetahuan tentang pengembangan bakat pada diri anak
F. Sistematika Penelitian
Sistematika yang kami pakai dalam mengerjakan karya ilmiah ini adalah :
• Mengempulkan data
• Membuat kerangka laporan
• Mengembangkan kerangka tersebut menjadi sebuah laporan
BAB II
ISI
A. Pengertian Bakat
Beberapa pakar psikologi memberikan pengertian tentang anak berbakat:
• Tannenbaum memandang keberbakatan dari empat klasifikasi yaitu kelangkaan, keunggulan (mengacu pada sensibilitas serta sensitivitas yang lebih tinggi), kuota (keterbatasan jumlah individu yang memiliki keterampilan) dan anomali.
• Renzulli berpendapat bahwa seseorang bisa dikatakan berbakat jika ia menunjukkan kemampuan diatas rata-rata, melakukan hal-hal yang kreatif dan memiliki tekad dalam melaksanakan tugasnya.
Adapun menurut Leider dan Shapiro, bakat kita merupakan kecenderungan khusus yang ada sejak lahir, kekuatan di belakang hal-hal yang kita nikmati dan kita lakukan dengan baik yang tak pernah perlu kita pelajari. Mengekspresikan bakat kita adalah sesuatu yang kita lakukan secara alami, dengan mudah, dan tanpa pamrih
Sedangkan bakat dalam pengertian bahasa atau dalam pengertian yang umum kita pahami, adalah kelebihan / keunggulan alamiah yang melekat pada diri kita dan menjadi pembeda antara kita dengan orang lain. Kamus Advance, misalnya, mengartikan talent dengan “natural power to do something well.” Dalam kamus Marriam-Webster’s, dikatakan “natural endowments of person.”
Berdasarkan pengertian – pengertian bakat tersebut dapat kita katakan bahwa bakat adalah kemampuan terhadap sesuatu yang menunjukkan kemampuan di atas rata – rata yang telah ada pada diri kita secara alamiah dan perlu dilatih untuk mencapai hasil yang maksimal
B. Macam – macam Bakat
Ada banyak sekali pendapat mengenai macam – macam bakat. Berdasarkan sumber yang penulis temukan di internet yaitu ada 34 bakat.
34 Tema Bakat tersebut adalah :
ACHIEVER
Memiliki stamina tinggi dan juga seorang pekerja keras. Mendapat kepuasan dari kesibukan dan produktivitas.
ACTIVATOR
Mampu merealisasikan ide-ide atau gagasan menjadu suatu tindakan nyata. Cenderung tidak sabar.
ADAPTIBILITY
Cenderung bisa mengikuti arus , mampu menjadi orang masa kini maupun menyiapkan untuk masa mendatang.
ANALYTICAL
Cenderung mencari penjelasan dan sebab sesuatu terjadi. Punya kemampuan mencari tahu faktor-faktor yang mempengaruhi situasi.
ARRANGER
Terorganisir, tetapi juga fleksibel. Senang berusaha memanfaatkan sumber-sumber yang ada agar menghasilkan produktivitas maksimal.
BELIEF
Memiliki nilai-nilai atau prinsip yang cenderung menetap, dalam mencapai tujuan hidupnya.
COMMAND
Mampu mengontrol situasi dan membuat keputusan
COMMUNICATION
Mampu menyampaikan gagasan melalui kalimat yang mudah dipahami, seorang lawan bicara dan presenter yang baik.
COMPETITION
Selalu mengukur kemajuan dirinya dengan performa orang lain, berusaha menjadi nomor satu.
CONNECTEDNESS
Memiliki keyakinan dalam hubungannya dengan segala hal, meyakini bahwa kebetulan hanya sebagian kecil, setiap kejadian ada penyebabnya.
CONSISTENCY
Berusaha adil, dengan cara membuat aturan yang jelas.
CONTEXT
Senang memahami kejadian masa kini melalui sejarah.
DELIBERATIVE
Sangat berhati-hati dalam mengambil keputusan atau menentukan pilihan, mengantisipasi kesalahan.
DEVELOPER
Mengenali potensi orang lain, memperhatikan perkembangan walaupun kesil, dan memperoleh kepuasan darinya.
DISCIPLINE
Menikmati bekerja dalam struktur dan rutinitas, bekerja dalam arahan/aturan.
EMPATHY
Mampu merasakan perasaan orang lain membayangkan dirinya berada di posisi orang lain.
FOCUS
Bekerja dengan tujuan, melakukan tindakan selama masih dalam koridor tujuan, membuat prioritas lalu bertindak.
FUTURISTIC
Terinspirasi oleh apa yang akan terjadi di masa mendatang, dan apa yang bisa dilakukan. Menginspirasi orang lain dengan visinya itu.
HARMONY
Mencari konsensus, tidak menyukai konflik, mencari jalan tengah.
IDEATION
Memiliki banyak ide, mampu menghubungkan fenomena yang berbeda.
INCLUDER
Mudah menerima orang lain, menunjukkan kepedulian terhadap orang yang merasa diasingkan, berusaha mengguyubkan.
INDIVIDUALIZATION
Tertarik dengan keunikan masing-masing orang, mampu melihat bagaimana orang yang berbeda-beda dapat bekerjasama secara produktif.
INPUT
Senang mengumpulkan dan mencari berbagai informasi
INTELLECTION
Memiliki daya intelektualitas tinggi, meminati diskusi-diskusi intelektual
LEARNER
Memiliki keinginan besar untuk belajar dan terus melakukan perbaikan.
MAXIMIZER
Cenderung fokus pada kekuatan untuk mendorong orang ataupun kelompok lebih maksimal, berusaha merubah sesuatu yang kuat menjadi super.
POSITIVITY
Antusias, mampu membuat orang lain tertarik dengan apa dilakukannya.
RELATOR
Menikmati hubungan dekat dengan orang lain, mendapat kepuasan mendalam dengan bekerja keras bersama teman dalam mencapai tujuan.
RESPONSIBILITY
Merasa apa yang dikatakan adalah apa yang akan dilakukannya, komitemen pada nilai-nilai seperti kejujuran dan kesetiaan.
RESTORATIVE
Cakap dalam mencari tahu penyebab masalah dan berusaha menyelesaikannya.
SELF-ASSURANCE
Percaya diri pada kemampuannya dalam mengatur hidupnya sendiri,yakin bahwa ia telah membuat keputusan yang tepat.
SIGNIFICANCE
Ingin menjadi orang yang penting di mata orang lain, cenderung mandiri, dan ingin dikenal.
STRATEGIC
Membuat solusi alternatif atau antisipasi, dapat dengan cepat mengetahui hubungan dan isu-isu yang relevan.
WOO
Senang berhadapan dengan orang-orang, dan menjadi pusat perhatian. Memperoleh kepuasan dari memulai hubungan dengan orang lain.
(sumber : http://sumber-kearifan.blogspot.com/2009/04/34-jenistema-bakat.html)
Ternyata ada banyak sekali macam bakat yang ada, namun setelah penulis teliti ternyata seluruh bakat tersebut bila disederhanakan kembali ada kaitannya dengan 7 kecerdasan.
Hal ini pun didukung oleh pendapat Gardner, masing-masing dari kita memiliki sebuah kombinasi dari 7 kecerdasan. Setiap orang mempunyai kekuatan relatif dari tiap kecerdasan di atas sedemikian rupa sehingga orang tersebut cenderung menentukan pilihan aktifitas apapun yang dia sukai tanpa keterpaksaan. Kita menyebutnya sebagai bakat.
Lalu apa saja yang termasuk 7 kecerdasan itu? Di dalam buku Frames of Mind yang terbit tahun 1983, seorang psikolog bernama Howard Gardner menyimpulkan hasil risetnya yang mengatakan bahwa sedikitnya ada tujuh jenis kecerdasan :
1. Kecerdasan linguistik, berkaitan dengan kemampuan bahasa dan penggunaannya. Orang-orang yang berbakat dalam bidang ini senang bermain-main dengan bahasa, gemar membaca dan menulis, tertarik dengan suara, arti dan narasi. Mereka seringkali pengeja yang baik dan mudah mengingat tanggal, tempat dan nama.
2. Kecerdasan musikal, berkaitan dengan musik, melodi, ritme dan nada. Orang-orang ini pintar membuat musik sendiri dan juga sensitif terhadap musik dan melodi. Sebagian bisa berkonsentrasi lebih baik jika musik diperdengarkan; banyak dari mereka seringkali menyanyi atau bersenandung sendiri atau mencipta lagu serta musik.
3. Kecerdasan logis-matematis, berhubungan dengan pola, rumus-rumus, angka-angka dan logika. Orang-orang ini cenderung pintar dalam teka-teki, gambar, aritmatika, dan memecahkan masalah matematika; mereka seringkali menyukai komputer dan pemrograman.
4. Kecerdasan spasial, berhubungan dengan bentuk, lokasi dan mebayangkan hubungan di antaranya. Orang-orang ini biasanya menyukai perancangan dan bangunan, disamping pintar membaca peta, diagram dan bagan.
5. Kecerdasan tubuh-kinestetik, berhubungan dengan pergerakan dan ketrampilan olah tubuh. Orang-orang ini adalah para penari dan aktor, para pengrajin dan atlet. Mereka memiliki bakat mekanik tubuh dan pintar meniru mimik serta sulit untuk duduk diam.
6. Kecerdasan interpersonal, berhubungan dengan kemampuan untuk bisa mengerti dan menghadapi perasaan orang lain. Orang-orang ini seringkali ahli berkomunikasi dan pintar mengorganisasi, serta sangat sosial. Mereka biasanya baik dalam memahami perasaan dan motif orang lain.
7. Kecerdasan intrapersonal, berhubungan dengan mengerti diri sendiri. Orang-orang ini seringkali mandiri dan senang menekuni aktifitas sendirian. Mereka cenderung percaya diri dan punya pendapat, dan memilih pekerjaan dimana mereka bisa memiliki kendali terhadap cara mereka menghabiskan waktu.
C. Ciri – ciri Bakat pada Anak
Banyak yang mengeluh mengalami kesulitan ketika menentukan bakat mana yang harus dikembangkan atau bakat apa yang sesungguhnya dimiliki oleh anak. Untuk mengembangkan bakat seseorang kita harus tahu terlebih dahulu, ciri – ciri bakat yang dimiliki anak tersebut. Dengan mengetahui ciri – ciri bakat pada anak sebagai guru, kita akan lebih mudah untuk menilai bakat mana yang patut dikembangkan oleh anak. Hal inipun berfungsi untuk menghidari agar tidak terjadi salah praduga terhadap bakat anak. Adapun ciri – cirinya adalah sebagai berikut :
a. Tidak merasa terpaksa untuk melakukan suatu hal bahkan lebih cenderung untuk senang melakukannya dan ada perasaan bahagia yang terpancar ketika melakukan, melihat atau bahkan hanya dengan mendengarnya saja
b. Anak mampu berkonsentrasi terhadap hal tersebut, dan cenderung tekun.
c. Mempunyai rasa ingin tahu yang besar terhadap hal tersebut.
d. Anak sudah mahir terhadap hal tersebut meski dia belum mendapatkan pelajaran khusus dari sekolah maupun dari rumah
e. Setelah diberi pelajaran khusus, anak tersebut dapat dengan mudah menguasainya atau mudah menangkap apa yang diajarkan padanya tentang hal tersebut.
D. Pengembangan Bakat
Banyak orang yang kurang memperhatikan bakat yang ada pada dirinya, padahal bakat merupakan modal yang sangat penting untuk sang anak ketika beranjak dewasa nanti.
Ahli psikologi Abraham Maslow menemukan bahwa bakat yang terlahir dalam diri seseorang pada suatu saat akan timbul sebagai suatu kebutuhan, dan perlu mendapatkan perhatian serius
Karena itulah, bakat perlu perhatian serius dan jangan dianggap remeh. Bila bakat seorang anak diperhatikan dengan serius, akan sangat baik demi kemajuan masa depannya. Apalagi bila si anak anak sudah dibimbing pengembangan bakatnya sejak kecil.
Sebagai guru yang bertanggung jawab untuk perkembangan bakat sang anak. Harus mengetahui hal apa saja yang perlu diperhatikan untuk pengembangan bakat anak. Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pengembangan bakat sang anak :
• Perhatian
Setiap individu adalah unik karena itu setiap bakat perlu memperoleh perhatian khusus. Sistem pendidikan yang menggunakan pola penyeragaman kurang baik untuk digunakan. Cernatilah berbagai kelebihan, ketrampilan dan kemampuan yang tampak menonjol pada anak.
• Motivasi
Bantu anak dalam meyakini dan fokus pada kelebihan dirinya agar anak lebih percaya diri. Dan tanamkanlah rasa optimis kepada mereka bahwa mereka bisa mencapainya
• Dukungan
Dukungan sangat penting bagi anak, selalu beri dukungan terhadap mereka dan yakinkan mereka untuk tekun, ulet dan latihan terus menerus. Selain itu dukunglah anak untuk mengatasi berbagai kesulitan dan hambatan dalam mengembangkan bakatnya.
• Pengetahuan
Perkaya anak dengan berbagai wawasan, pengetahuan, serta pengalaman di bidang tersebut
• Latihan
Latihan terus menerus sangat baik untung perkembangan bakat anak agar bakat yang dipunya oleh anak lebih matang. Alangkah baiknya bila anak diikutsertakan dengan ekstra kurikuler atau beri kegiatan yang lebih agar anak bisa terus latihan dengan bakatnya tersebut.
• Penghargaan
Berikan penghargaan dan pujian untuk setiap usaha yang dilakukan anak.
• Sarana
Sediakan fasilitas atau sarana yang menunjang dengan bakat anak.
• Lingkungan
Lingkungan juga ikut mempengaruhi perkembangan bakat anak. Karena itu usahakan anak selalu dekat dengan lingkungan yang mendukung bakat anak
• Kerjasama
Kerja sama antara orang tua, guru maupun anak sangat diperlukan mengingat waktu anak di sekolah hanya sedikit dan waktu yang anak luangkan di rumah lebih banyak
• Teladan yang baik
Mengingat sikap anak yang selalu meniru, maka teladan yang baik sangat diperlukan. Misalnya kenalkan anak pada sosok Taufik Hidayat bila anak berbakat dalam bidang bulu tangkis, Utut Adianto bila anak berbakat dalam bidang catur dsb.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Bakat adalah kemampuan terhadap sesuatu yang menunjukkan kemampuan di atas rata – rata yang telah ada pada diri kita secara alamiah dan perlu dilatih untuk mencapai hasil yang maksimal.
Adapun bakat yang dimiliki anak meliputi bakat linguistic, bakat musical, bakat logis – matematis, bakat spasial, bakat kinestetik, bakat interpersonal dan bakat intrapersonal
Ciri – ciri anak yang berbakat pada suatu hal adalah senang melakukan hal tersebut, berkonsentrasi, rasa ingin tahu yang sudah besar, memiliki kemampuan yang lebih pada bidang itu.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk mengembangkan bakat sang anak yaitu perhatian, motivasi, dukungan, pengetahuan, latihan, penghargaan, sarana, lingkungan, kerjasama, teladan yang baik
B. Saran
Berikut ini saran-saran yang dapat penulis sampaikan kepada para pembaca pada umumnya, khususnya kepada guru kelas diantaranya :
• Guru tidak melakukan sistem pendidikan pola penyeragaman karena ini kurang baik untuk digunakan mengingat bakat yang dimiliki setiap anak yang berbeda.
• Selalu jalin hubungan antara guru dan orang tua untuk memantau perkembangan bakat sang anak.
DAFTAR PUSTAKA
Tim Redaksi Fokus media. (2006). Sistem Pendidikan nasional 2006. Jakarta : Fokusmedia
Peraturan Daerah Kota Cimahi Nomor 4 tahun 2007. (2007) Tentang Penyelenggaraan Pendidikan : Pemkot Kota Cimahi
Andi Sri Suriati Amal : Mengembangkan Bakat Anak : http://inci73.multiply.com/journal/item/126/Mengembangkan_Bakat_Anak
DAFTAR RIWAYAT HIDUP PENULIS
A. IDENTITAS DIRI
Nama : Desi Safitri
Umur : 23 tahun
Ttl : Bandung, 1 Juni 1986
Bangsa : Indonesia
Agama : Islam
Status : Belum menikah
Alamat : Jl. Kolonel masturi Gg. Warga Mekar I No. 4 Rt. 01 Rw. 01
Kel. Citeureup Kec. Cimahi Utara 40512 Cimahi
B. PENDIDIKAN
B.1 FORMAL
1. Tamatan TK Aisiyah Thn. 1992
2. Tamatan SDN CIRGIR II Thn. 1998
3. Tamatan SMP Pasundan 3 Cimahi Thn. 2001
4. Tamatan SMKN 11 Bandung (Akuntansi) Thn. 2004
5. Tamatan Program D2 UIN (PGRA) Thn. 2006
6. STKIP Pasundan Cimahi (Bahasa Inggris) 2007 s.d sekarang
B. 2 INFORMAL
1. Kursus Komputer LPKII (Program Profesional) Thn. 2003
2. Kursus Bahasa Inggris PQEC Thn. 2006
3. Kursus Mengetik Thn. 2004
C. PENGALAMAN BEKERJA
1. Praktek Kerja Industri di KPP Tegal Lega Thn. 2003
2. Guru TK Al – Arafah Thn. 2004
3. Guru les Bahasa Inggris 2004 s.d sekarang
4. Guru RA Al- Arafah 2004 s.d sekarang
D. ORGANISASI YANG PERNAH DIIKUTI
1. Ketua Pramuka Thn. 1999
2. Sekretaris Pramuka Thn. 1999
3. Bendahara OSIS Thn. 2003
4. Bendahara PMR Thn. 1999
5. Seksi peralatan Kragtologi Thn. 2003
6. Seksi kegiatan IRM Thn. 2003
7. Drum Band Thn. 2000
8. IGRA 2004 s.d sekarang
9. Sekretaris KKG Thn. 2008
Demikianlah daftar riwayat hidup ini saya buat dengan sebenarnya.
………………… ……
Saya yang bersangkutan
Desi Safitri
SURAT KETERANGAN
NO : 09/RA/IX/09
Yang bertanda tangan di bawah ini :
Nama : Siti Nani Wahidah, S. Pd
Jabatan : Kepala RA Al – Arafah
Dengan ini menerangkan bahwa :
Nama : Desi Safitri
Jabatan : Guru RA
Ttl : Bandung, 1 Juni 1986
Agama : Islam
Alamat : Jl. Kolonel masturi Gg. Warga Mekar I No. 4 Rt. 01 Rw. 01
Kel. Citeureup Kec. Cimahi Utara 40512 Cimahi
Adalah benar telah menyusun karya tulis dengan judul :
“PROGRAM/KEGIATAN PENGEMBANGAN BAKAT, POTENSI DAN PRESTASI PESERTA DIDIK”
Demikian surat keterangan ini kami buat dengan sebener – benarnya agar dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.
Cimahi, September 2009
Kepala RA
Siti Nani Wahidah, S. Pd
II. LANDASAN HUKUM
• UU no 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (lembaran Negara Republik Indonesia thn 2003 no 78,tambahan lembaran negara republik indonesia no 4301)
• UU.32 thn 2004 tentang pemerintahan daerah (Lembaran Negara Repulik Indonesia thn 2004 Nomor 125, tambahan lembaran negara republik Indonesia nomor 4437
• UU no. 33 thn 2004 ttg perimbangan keuangan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah (lembaran negara Republik indonesia thn 2004 no 126,tambahan lembaran negara republik indonesia no 4438)
• UU no 14 thn 2005 tentang Guru dan Dosen ( lembaran Negara Republik Indonesia thn 2005 no 157,tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia No.3952)
• Peraturan Pemerintah no 19 thn 2005 tentang Standarpendidikan Nasional9 lembaran negara republik indonesia th 2005 no 41,tambahan lembaran negara republik indonesia thn no 4496)
• Perda kota Cimahi no 4 tahun 2007.
KARYA TULIS
DISAMPAIKAN DALAM LOMBA GURU TELADAN
TINGKAT KOTA CIMAHI TAHUN 2009
DISUSUN OLEH :
NAMA : DESI SAFTIRI, A. Ma
SEKOLAH : RA AL ARAFAH
RAUDHATHUL ATHFAL (RA) AL-ARAFAH
KOTA CIMAHI
PROVINSI JAWA BARAT
2009
LEMBAR PENGESAHAN KARYA TULIS
JUDUL : PROGRAM/KEGIATAN PENGEMBANGAN BAKAT, POTENSI DAN PRESTASI PESERTA DIDIK
Cimahi, September 2009
Mengetahui/Menyetujui
Kepala RA Al Arafah
Siti Nani Wahidah, S. Pd
ABSTRAKSI
Menurut pakar psikologi pendidikan, Prof. Dr. S.C. Utami Munandar, anak berbakat berbeda dengan anak pintar. “Bakat berarti punya potensi. Sedangkan pintar bisa didapat dari tekun mempelajari sesuatu,” jelasnya. Tapi meski tekun namun tak berpotensi, seseorang tak akan bisa optimal seperti halnya anak berbakat. “Kalau anak tak berbakat musikal, misalnya. Biar dikursuskan musik sehebat apa pun, ya, kemampuannya sebegitu-begitu saja. Tak akan berkembang.” “Sebaliknya, jika anak berbakat tapi lingkungannya tak menunjang, ia pun tak akan berkembang.” Soal bakat musik tadi, misalnya. Jika di rumah tak ada alat-alat musik, bakatnya akan terpendam,” jelas guru besar tetap Fakultas Psikologi UI ini.
Mengenali bakat anak memang butuh kecermatan. Jangan juga bakat disamakan dengan pintar. Berbakat berarti memiliki potensi, sedangkan kepintaran didapat dari ketekunan mempelajari sesuatu. Dan hasilnyapun akan berbeda, ketekunan yang tidak dibekali bakat tentu hasilnya tidak sebaik jika ketekunan iti disertai dengan bakat. Sebaliknya juga jika bakat anak tidak didukung lingkungan, ia tak akan berkembang. bakat itu hanya akan terpendam.
Karya tulis ini berisi tentang apa yang dimaksud dengan bakat itu sendiri, macam – macam bakat , cara mengenali bakat yang ada pada anak dan bagaimana cara pengembangannya
KATA PENGANTAR
Bismillaahirrahmaanirrahiim,
Assalamuallaikum Wr Wb
Maha Suci Allah yang telah mentakdirkan manusia menjadi hamba Allah yang paling mulia, dengan diberinya akal pikiran sehingga manusia mencapai derajat yang paling mulia.Shalawat dan salam semoga tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, kepada keluarga, sahabat, dan seluruh umatnya. Alhamdulillah dengan pertolongan Allah SWT saya telah dapat menyusun karya tulis yang berjudul “PROGRAM/KEGIATAN PENGEMBANGAN BAKAT, POTENSI DAN PRESTASI PESERTA DIDIK” Karya tulis ini disusun dalam rangka memenuhi persyaratan lomba guru teladan. Dalam kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi – tingginya kepada semua pihak yang membantu penulisan ini. Secara khusus penulis menyampaikan terima kasih kepada :
1. Yth. K.H Endang M. Djadjuli, Kepala Yayasan Al – Arafah
2. Yth. Siti Nani Wahidah, S. Pd, Kepala RA Al – Arafah
3. Yth. Dedi Supriyadi, S. Ag, Ketua IGRA Kota Cimahi
4. Rekan guru RA Al – Arafah
5. Rekan IGRA Kota Cimahi
6. Orang tua siswa/i RA Al – Arafah
Mudah – mudahan amal dan jasa baik mereka diterima oleh Allah SWT, dan dibalas dengan pahala yang berlipat ganda. Dan semoga karya tulis ini bermanfaat, khususnya bagi penulis dan bagi pembaca pada umumnya. Penulis menyadari bahwa karya tulis ini masih terdapat kekurangan dan kelemahan. Oleh karena itu, kritik dan saran para pembaca akan penulis terima dengan senang hati demi penyempurnaan karya tulis ini di masa yang akan datang.
Wassalamuallaikum Wr Wb
Cimahi, September 2009
Penulis
Desi Safitri, A. Ma
DAFTAR ISI
ABSTRAKSI i
DAFTAR ISI i
KATA PENGANTAR i
DAFTAR ISI ii
DAFTAR LAMPIRAN iii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah i
B. Identifikasi Masalah i
C. Maksud dan Tujuan Penelitian i
D. Metode Penelitian i
E. Manfaat penelitian i
F. Sistematika Penelitian i
BAB II ISI
A. Pengertian Bakat i
B. Macam – macam Bakat i
C. Ciri – ciri Bakat pada Anak i
D. Pengembangan Bakat i
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan i
B. Saran i
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
DAFTAR RIWAYAT HIDUP PENULIS
DAFTAR LAMPIRAN
LAMPIRAN 1 Surat Keterangan Penulisan Karya Tulis
LAMPIRAN 2 Talent Map
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Di dalam Undang – undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Dasar, Fungsi dan Tujuan Sistem Pendidikan Nasional, Bab II pasal 3 tertulis Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif mandiri dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Kemudian pada Bab V pasal 12 ayat 1 point b tertulis setiap peserta didik pada setiap satuan pendidikan berhak mendapatkan pelayanan pendidikan sesuai dengan bakat, minat dan kemampuannya. Perda Kota Cimahi no 4 tahun 2007 yang tertulis bahwa pengembangan diri bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat, minat, kondisi dan perkembangan peserta didik, dengan memperhatikan kondisi sekolah/madrasah
Potensi yang dimaksud di atas bisa diartikan sebagai bakat, maupun minat siswa. Saat ini banyak remaja maupun dewasa yang tidak tahu akan bakat, maupun minatnya. Bila mereka tahu akan bakat dan minatnya sejak dini mereka mampu menjadikan bakat tersebut sebagai kekuata maka Insya Allah dewasa nanti mereka bisa menjadi orang yang sukses. Adapun guru sebagai fasiliatator pembelajaran yang bertanggung jawab terhadap perkembangan siswa alangkah baiknya dapat mengenali bakat apa yang dimiliki oleh siswanya. Selanjutnya guru berusaha mengembangkan bakat yang dimliki oleh anak agar kebanyakan dilema yang terjadi di masyarakat tidak terjadi lagi. Oleh karena itu penulis merasa tertarik mengkaji bagaimana cara mengembangkan bakat sejak usia dini mengingat usia dini merupakan usia yang sangat penting. Hasil penelitian yang telah dilakukan penulis dituangkan dalam karya tulis yang berjudul : “PROGRAM/KEGIATAN PENGEMBANGAN BAKAT, POTENSI DAN PRESTASI PESERTA DIDIK”
B. Identifikasi Masalah
Ada banyak hal yang menjadi penyebab utama mengapa banyak sekali banyak terpendam misalnya ketidakpekaan orangtua terhadap bakat anaknya, lingkungan yang tidak menunjang, tidak ada masukan mengenai bakatnya, atau mungkin bakat yang ada belum terasah atau kurangnya kesempatan untuk dikembangkan sehingga menjadi terpendam, dan juga sistem pendidikan yang ada mengunakan pola penyeragaman sehingga sulit untuk memperhatikan keunikan bakat para siswa.
Karena itu timbul berbagai pertanyaan dalam benak penulis seperti :
1. Apa bakat itu ?
2. Ada berapa jenis bakat yang ada ?
3. Bagaimana cara mengenali bakat pada anak ?
4. Bagaimana cara mengembangkan bakat agar bakat anak tidak terpendam ?
C. Maksud dan Tujuan Penelitian
Maksud dari penelitian ini adalah untuk mengetahui cara mengenali bakat yang dimiliki oleh anak.
Dan sebagai tujuannya adalah untuk mengembangkan bakat yang ada pada anak sehingga bisa digunakan sebagai kekuatannya.
D. Metode Penelitian
Metode yang kami pakai dalam penyusunan karya ilmiah ini adalah :
- Penelitian terhadap siswa/I RA Al Arafah
- Sumber tertulis seperti buku, internet
- Mencari keterangan dari orang – orang terdekat
E. Manfaat penelitian
Dengan diselesaikannya karya tulis ini diharapkan agar dapat memberikan manfaat berupa pengetahuan tentang pengembangan bakat pada diri anak
F. Sistematika Penelitian
Sistematika yang kami pakai dalam mengerjakan karya ilmiah ini adalah :
• Mengempulkan data
• Membuat kerangka laporan
• Mengembangkan kerangka tersebut menjadi sebuah laporan
BAB II
ISI
A. Pengertian Bakat
Beberapa pakar psikologi memberikan pengertian tentang anak berbakat:
• Tannenbaum memandang keberbakatan dari empat klasifikasi yaitu kelangkaan, keunggulan (mengacu pada sensibilitas serta sensitivitas yang lebih tinggi), kuota (keterbatasan jumlah individu yang memiliki keterampilan) dan anomali.
• Renzulli berpendapat bahwa seseorang bisa dikatakan berbakat jika ia menunjukkan kemampuan diatas rata-rata, melakukan hal-hal yang kreatif dan memiliki tekad dalam melaksanakan tugasnya.
Adapun menurut Leider dan Shapiro, bakat kita merupakan kecenderungan khusus yang ada sejak lahir, kekuatan di belakang hal-hal yang kita nikmati dan kita lakukan dengan baik yang tak pernah perlu kita pelajari. Mengekspresikan bakat kita adalah sesuatu yang kita lakukan secara alami, dengan mudah, dan tanpa pamrih
Sedangkan bakat dalam pengertian bahasa atau dalam pengertian yang umum kita pahami, adalah kelebihan / keunggulan alamiah yang melekat pada diri kita dan menjadi pembeda antara kita dengan orang lain. Kamus Advance, misalnya, mengartikan talent dengan “natural power to do something well.” Dalam kamus Marriam-Webster’s, dikatakan “natural endowments of person.”
Berdasarkan pengertian – pengertian bakat tersebut dapat kita katakan bahwa bakat adalah kemampuan terhadap sesuatu yang menunjukkan kemampuan di atas rata – rata yang telah ada pada diri kita secara alamiah dan perlu dilatih untuk mencapai hasil yang maksimal
B. Macam – macam Bakat
Ada banyak sekali pendapat mengenai macam – macam bakat. Berdasarkan sumber yang penulis temukan di internet yaitu ada 34 bakat.
34 Tema Bakat tersebut adalah :
ACHIEVER
Memiliki stamina tinggi dan juga seorang pekerja keras. Mendapat kepuasan dari kesibukan dan produktivitas.
ACTIVATOR
Mampu merealisasikan ide-ide atau gagasan menjadu suatu tindakan nyata. Cenderung tidak sabar.
ADAPTIBILITY
Cenderung bisa mengikuti arus , mampu menjadi orang masa kini maupun menyiapkan untuk masa mendatang.
ANALYTICAL
Cenderung mencari penjelasan dan sebab sesuatu terjadi. Punya kemampuan mencari tahu faktor-faktor yang mempengaruhi situasi.
ARRANGER
Terorganisir, tetapi juga fleksibel. Senang berusaha memanfaatkan sumber-sumber yang ada agar menghasilkan produktivitas maksimal.
BELIEF
Memiliki nilai-nilai atau prinsip yang cenderung menetap, dalam mencapai tujuan hidupnya.
COMMAND
Mampu mengontrol situasi dan membuat keputusan
COMMUNICATION
Mampu menyampaikan gagasan melalui kalimat yang mudah dipahami, seorang lawan bicara dan presenter yang baik.
COMPETITION
Selalu mengukur kemajuan dirinya dengan performa orang lain, berusaha menjadi nomor satu.
CONNECTEDNESS
Memiliki keyakinan dalam hubungannya dengan segala hal, meyakini bahwa kebetulan hanya sebagian kecil, setiap kejadian ada penyebabnya.
CONSISTENCY
Berusaha adil, dengan cara membuat aturan yang jelas.
CONTEXT
Senang memahami kejadian masa kini melalui sejarah.
DELIBERATIVE
Sangat berhati-hati dalam mengambil keputusan atau menentukan pilihan, mengantisipasi kesalahan.
DEVELOPER
Mengenali potensi orang lain, memperhatikan perkembangan walaupun kesil, dan memperoleh kepuasan darinya.
DISCIPLINE
Menikmati bekerja dalam struktur dan rutinitas, bekerja dalam arahan/aturan.
EMPATHY
Mampu merasakan perasaan orang lain membayangkan dirinya berada di posisi orang lain.
FOCUS
Bekerja dengan tujuan, melakukan tindakan selama masih dalam koridor tujuan, membuat prioritas lalu bertindak.
FUTURISTIC
Terinspirasi oleh apa yang akan terjadi di masa mendatang, dan apa yang bisa dilakukan. Menginspirasi orang lain dengan visinya itu.
HARMONY
Mencari konsensus, tidak menyukai konflik, mencari jalan tengah.
IDEATION
Memiliki banyak ide, mampu menghubungkan fenomena yang berbeda.
INCLUDER
Mudah menerima orang lain, menunjukkan kepedulian terhadap orang yang merasa diasingkan, berusaha mengguyubkan.
INDIVIDUALIZATION
Tertarik dengan keunikan masing-masing orang, mampu melihat bagaimana orang yang berbeda-beda dapat bekerjasama secara produktif.
INPUT
Senang mengumpulkan dan mencari berbagai informasi
INTELLECTION
Memiliki daya intelektualitas tinggi, meminati diskusi-diskusi intelektual
LEARNER
Memiliki keinginan besar untuk belajar dan terus melakukan perbaikan.
MAXIMIZER
Cenderung fokus pada kekuatan untuk mendorong orang ataupun kelompok lebih maksimal, berusaha merubah sesuatu yang kuat menjadi super.
POSITIVITY
Antusias, mampu membuat orang lain tertarik dengan apa dilakukannya.
RELATOR
Menikmati hubungan dekat dengan orang lain, mendapat kepuasan mendalam dengan bekerja keras bersama teman dalam mencapai tujuan.
RESPONSIBILITY
Merasa apa yang dikatakan adalah apa yang akan dilakukannya, komitemen pada nilai-nilai seperti kejujuran dan kesetiaan.
RESTORATIVE
Cakap dalam mencari tahu penyebab masalah dan berusaha menyelesaikannya.
SELF-ASSURANCE
Percaya diri pada kemampuannya dalam mengatur hidupnya sendiri,yakin bahwa ia telah membuat keputusan yang tepat.
SIGNIFICANCE
Ingin menjadi orang yang penting di mata orang lain, cenderung mandiri, dan ingin dikenal.
STRATEGIC
Membuat solusi alternatif atau antisipasi, dapat dengan cepat mengetahui hubungan dan isu-isu yang relevan.
WOO
Senang berhadapan dengan orang-orang, dan menjadi pusat perhatian. Memperoleh kepuasan dari memulai hubungan dengan orang lain.
(sumber : http://sumber-kearifan.blogspot.com/2009/04/34-jenistema-bakat.html)
Ternyata ada banyak sekali macam bakat yang ada, namun setelah penulis teliti ternyata seluruh bakat tersebut bila disederhanakan kembali ada kaitannya dengan 7 kecerdasan.
Hal ini pun didukung oleh pendapat Gardner, masing-masing dari kita memiliki sebuah kombinasi dari 7 kecerdasan. Setiap orang mempunyai kekuatan relatif dari tiap kecerdasan di atas sedemikian rupa sehingga orang tersebut cenderung menentukan pilihan aktifitas apapun yang dia sukai tanpa keterpaksaan. Kita menyebutnya sebagai bakat.
Lalu apa saja yang termasuk 7 kecerdasan itu? Di dalam buku Frames of Mind yang terbit tahun 1983, seorang psikolog bernama Howard Gardner menyimpulkan hasil risetnya yang mengatakan bahwa sedikitnya ada tujuh jenis kecerdasan :
1. Kecerdasan linguistik, berkaitan dengan kemampuan bahasa dan penggunaannya. Orang-orang yang berbakat dalam bidang ini senang bermain-main dengan bahasa, gemar membaca dan menulis, tertarik dengan suara, arti dan narasi. Mereka seringkali pengeja yang baik dan mudah mengingat tanggal, tempat dan nama.
2. Kecerdasan musikal, berkaitan dengan musik, melodi, ritme dan nada. Orang-orang ini pintar membuat musik sendiri dan juga sensitif terhadap musik dan melodi. Sebagian bisa berkonsentrasi lebih baik jika musik diperdengarkan; banyak dari mereka seringkali menyanyi atau bersenandung sendiri atau mencipta lagu serta musik.
3. Kecerdasan logis-matematis, berhubungan dengan pola, rumus-rumus, angka-angka dan logika. Orang-orang ini cenderung pintar dalam teka-teki, gambar, aritmatika, dan memecahkan masalah matematika; mereka seringkali menyukai komputer dan pemrograman.
4. Kecerdasan spasial, berhubungan dengan bentuk, lokasi dan mebayangkan hubungan di antaranya. Orang-orang ini biasanya menyukai perancangan dan bangunan, disamping pintar membaca peta, diagram dan bagan.
5. Kecerdasan tubuh-kinestetik, berhubungan dengan pergerakan dan ketrampilan olah tubuh. Orang-orang ini adalah para penari dan aktor, para pengrajin dan atlet. Mereka memiliki bakat mekanik tubuh dan pintar meniru mimik serta sulit untuk duduk diam.
6. Kecerdasan interpersonal, berhubungan dengan kemampuan untuk bisa mengerti dan menghadapi perasaan orang lain. Orang-orang ini seringkali ahli berkomunikasi dan pintar mengorganisasi, serta sangat sosial. Mereka biasanya baik dalam memahami perasaan dan motif orang lain.
7. Kecerdasan intrapersonal, berhubungan dengan mengerti diri sendiri. Orang-orang ini seringkali mandiri dan senang menekuni aktifitas sendirian. Mereka cenderung percaya diri dan punya pendapat, dan memilih pekerjaan dimana mereka bisa memiliki kendali terhadap cara mereka menghabiskan waktu.
C. Ciri – ciri Bakat pada Anak
Banyak yang mengeluh mengalami kesulitan ketika menentukan bakat mana yang harus dikembangkan atau bakat apa yang sesungguhnya dimiliki oleh anak. Untuk mengembangkan bakat seseorang kita harus tahu terlebih dahulu, ciri – ciri bakat yang dimiliki anak tersebut. Dengan mengetahui ciri – ciri bakat pada anak sebagai guru, kita akan lebih mudah untuk menilai bakat mana yang patut dikembangkan oleh anak. Hal inipun berfungsi untuk menghidari agar tidak terjadi salah praduga terhadap bakat anak. Adapun ciri – cirinya adalah sebagai berikut :
a. Tidak merasa terpaksa untuk melakukan suatu hal bahkan lebih cenderung untuk senang melakukannya dan ada perasaan bahagia yang terpancar ketika melakukan, melihat atau bahkan hanya dengan mendengarnya saja
b. Anak mampu berkonsentrasi terhadap hal tersebut, dan cenderung tekun.
c. Mempunyai rasa ingin tahu yang besar terhadap hal tersebut.
d. Anak sudah mahir terhadap hal tersebut meski dia belum mendapatkan pelajaran khusus dari sekolah maupun dari rumah
e. Setelah diberi pelajaran khusus, anak tersebut dapat dengan mudah menguasainya atau mudah menangkap apa yang diajarkan padanya tentang hal tersebut.
D. Pengembangan Bakat
Banyak orang yang kurang memperhatikan bakat yang ada pada dirinya, padahal bakat merupakan modal yang sangat penting untuk sang anak ketika beranjak dewasa nanti.
Ahli psikologi Abraham Maslow menemukan bahwa bakat yang terlahir dalam diri seseorang pada suatu saat akan timbul sebagai suatu kebutuhan, dan perlu mendapatkan perhatian serius
Karena itulah, bakat perlu perhatian serius dan jangan dianggap remeh. Bila bakat seorang anak diperhatikan dengan serius, akan sangat baik demi kemajuan masa depannya. Apalagi bila si anak anak sudah dibimbing pengembangan bakatnya sejak kecil.
Sebagai guru yang bertanggung jawab untuk perkembangan bakat sang anak. Harus mengetahui hal apa saja yang perlu diperhatikan untuk pengembangan bakat anak. Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pengembangan bakat sang anak :
• Perhatian
Setiap individu adalah unik karena itu setiap bakat perlu memperoleh perhatian khusus. Sistem pendidikan yang menggunakan pola penyeragaman kurang baik untuk digunakan. Cernatilah berbagai kelebihan, ketrampilan dan kemampuan yang tampak menonjol pada anak.
• Motivasi
Bantu anak dalam meyakini dan fokus pada kelebihan dirinya agar anak lebih percaya diri. Dan tanamkanlah rasa optimis kepada mereka bahwa mereka bisa mencapainya
• Dukungan
Dukungan sangat penting bagi anak, selalu beri dukungan terhadap mereka dan yakinkan mereka untuk tekun, ulet dan latihan terus menerus. Selain itu dukunglah anak untuk mengatasi berbagai kesulitan dan hambatan dalam mengembangkan bakatnya.
• Pengetahuan
Perkaya anak dengan berbagai wawasan, pengetahuan, serta pengalaman di bidang tersebut
• Latihan
Latihan terus menerus sangat baik untung perkembangan bakat anak agar bakat yang dipunya oleh anak lebih matang. Alangkah baiknya bila anak diikutsertakan dengan ekstra kurikuler atau beri kegiatan yang lebih agar anak bisa terus latihan dengan bakatnya tersebut.
• Penghargaan
Berikan penghargaan dan pujian untuk setiap usaha yang dilakukan anak.
• Sarana
Sediakan fasilitas atau sarana yang menunjang dengan bakat anak.
• Lingkungan
Lingkungan juga ikut mempengaruhi perkembangan bakat anak. Karena itu usahakan anak selalu dekat dengan lingkungan yang mendukung bakat anak
• Kerjasama
Kerja sama antara orang tua, guru maupun anak sangat diperlukan mengingat waktu anak di sekolah hanya sedikit dan waktu yang anak luangkan di rumah lebih banyak
• Teladan yang baik
Mengingat sikap anak yang selalu meniru, maka teladan yang baik sangat diperlukan. Misalnya kenalkan anak pada sosok Taufik Hidayat bila anak berbakat dalam bidang bulu tangkis, Utut Adianto bila anak berbakat dalam bidang catur dsb.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Bakat adalah kemampuan terhadap sesuatu yang menunjukkan kemampuan di atas rata – rata yang telah ada pada diri kita secara alamiah dan perlu dilatih untuk mencapai hasil yang maksimal.
Adapun bakat yang dimiliki anak meliputi bakat linguistic, bakat musical, bakat logis – matematis, bakat spasial, bakat kinestetik, bakat interpersonal dan bakat intrapersonal
Ciri – ciri anak yang berbakat pada suatu hal adalah senang melakukan hal tersebut, berkonsentrasi, rasa ingin tahu yang sudah besar, memiliki kemampuan yang lebih pada bidang itu.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk mengembangkan bakat sang anak yaitu perhatian, motivasi, dukungan, pengetahuan, latihan, penghargaan, sarana, lingkungan, kerjasama, teladan yang baik
B. Saran
Berikut ini saran-saran yang dapat penulis sampaikan kepada para pembaca pada umumnya, khususnya kepada guru kelas diantaranya :
• Guru tidak melakukan sistem pendidikan pola penyeragaman karena ini kurang baik untuk digunakan mengingat bakat yang dimiliki setiap anak yang berbeda.
• Selalu jalin hubungan antara guru dan orang tua untuk memantau perkembangan bakat sang anak.
DAFTAR PUSTAKA
Tim Redaksi Fokus media. (2006). Sistem Pendidikan nasional 2006. Jakarta : Fokusmedia
Peraturan Daerah Kota Cimahi Nomor 4 tahun 2007. (2007) Tentang Penyelenggaraan Pendidikan : Pemkot Kota Cimahi
Andi Sri Suriati Amal : Mengembangkan Bakat Anak : http://inci73.multiply.com/journal/item/126/Mengembangkan_Bakat_Anak
DAFTAR RIWAYAT HIDUP PENULIS
A. IDENTITAS DIRI
Nama : Desi Safitri
Umur : 23 tahun
Ttl : Bandung, 1 Juni 1986
Bangsa : Indonesia
Agama : Islam
Status : Belum menikah
Alamat : Jl. Kolonel masturi Gg. Warga Mekar I No. 4 Rt. 01 Rw. 01
Kel. Citeureup Kec. Cimahi Utara 40512 Cimahi
B. PENDIDIKAN
B.1 FORMAL
1. Tamatan TK Aisiyah Thn. 1992
2. Tamatan SDN CIRGIR II Thn. 1998
3. Tamatan SMP Pasundan 3 Cimahi Thn. 2001
4. Tamatan SMKN 11 Bandung (Akuntansi) Thn. 2004
5. Tamatan Program D2 UIN (PGRA) Thn. 2006
6. STKIP Pasundan Cimahi (Bahasa Inggris) 2007 s.d sekarang
B. 2 INFORMAL
1. Kursus Komputer LPKII (Program Profesional) Thn. 2003
2. Kursus Bahasa Inggris PQEC Thn. 2006
3. Kursus Mengetik Thn. 2004
C. PENGALAMAN BEKERJA
1. Praktek Kerja Industri di KPP Tegal Lega Thn. 2003
2. Guru TK Al – Arafah Thn. 2004
3. Guru les Bahasa Inggris 2004 s.d sekarang
4. Guru RA Al- Arafah 2004 s.d sekarang
D. ORGANISASI YANG PERNAH DIIKUTI
1. Ketua Pramuka Thn. 1999
2. Sekretaris Pramuka Thn. 1999
3. Bendahara OSIS Thn. 2003
4. Bendahara PMR Thn. 1999
5. Seksi peralatan Kragtologi Thn. 2003
6. Seksi kegiatan IRM Thn. 2003
7. Drum Band Thn. 2000
8. IGRA 2004 s.d sekarang
9. Sekretaris KKG Thn. 2008
Demikianlah daftar riwayat hidup ini saya buat dengan sebenarnya.
………………… ……
Saya yang bersangkutan
Desi Safitri
SURAT KETERANGAN
NO : 09/RA/IX/09
Yang bertanda tangan di bawah ini :
Nama : Siti Nani Wahidah, S. Pd
Jabatan : Kepala RA Al – Arafah
Dengan ini menerangkan bahwa :
Nama : Desi Safitri
Jabatan : Guru RA
Ttl : Bandung, 1 Juni 1986
Agama : Islam
Alamat : Jl. Kolonel masturi Gg. Warga Mekar I No. 4 Rt. 01 Rw. 01
Kel. Citeureup Kec. Cimahi Utara 40512 Cimahi
Adalah benar telah menyusun karya tulis dengan judul :
“PROGRAM/KEGIATAN PENGEMBANGAN BAKAT, POTENSI DAN PRESTASI PESERTA DIDIK”
Demikian surat keterangan ini kami buat dengan sebener – benarnya agar dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.
Cimahi, September 2009
Kepala RA
Siti Nani Wahidah, S. Pd
II. LANDASAN HUKUM
• UU no 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (lembaran Negara Republik Indonesia thn 2003 no 78,tambahan lembaran negara republik indonesia no 4301)
• UU.32 thn 2004 tentang pemerintahan daerah (Lembaran Negara Repulik Indonesia thn 2004 Nomor 125, tambahan lembaran negara republik Indonesia nomor 4437
• UU no. 33 thn 2004 ttg perimbangan keuangan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah (lembaran negara Republik indonesia thn 2004 no 126,tambahan lembaran negara republik indonesia no 4438)
• UU no 14 thn 2005 tentang Guru dan Dosen ( lembaran Negara Republik Indonesia thn 2005 no 157,tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia No.3952)
• Peraturan Pemerintah no 19 thn 2005 tentang Standarpendidikan Nasional9 lembaran negara republik indonesia th 2005 no 41,tambahan lembaran negara republik indonesia thn no 4496)
• Perda kota Cimahi no 4 tahun 2007.
Minggu, 15 Januari 2012
KOMITMEN RUMAH TANGGA
CINTA ADALAH DASAR UNTUK MASUK KE JENJANG PERNIKAHAN,,,TETAPI SETELAH MENIKAH KOMITMEN CINTALAH YAITU (SUMPAH PERNIKAHAN) YANG JADI UTAMANYA.
LANDASAN PENDIDIKAN " ILMU FILSAFAT"
LANDASAN PENDIDIKAN”filsafat ilmu”
Pendahuluan
Ketika berbicara pendidikan maka kita akan berbicara mengenai definisi pendidikan. Pendidikan merupakan aktifitas rasional yang membedakan manusia dengan makhluk hidup lainnya. Hewan juga “belajar” tetapi lebih ditentukan oleh instinknya. Manusia belajar dengan otaknya melalu rangkaian kegiatan menuju pendewasaan untuk mencapai kehidupan yang lebih berarti.Pendidikan merupakan pilar utama terhadap perkembangan manusia dan masyarakat bangsa tertentu. Karena itu diperlukan sejumlah landasan dan asas-asas tertentu dalam menentukan arah dan tujuan pendidikan. Beberapa landasan pendidikan yang sangat memegang peranan penting dalam menentukan tujuan pendidikan adalah landasan filosofis, sosiologis, dan kultural, Selanjutnya landasan ilmiah dan teknologi akan mendorong pendidikan untuk menjemput masa depan.
Filsafat sebagai Induk Ilmu Pengetahuan
Pengetahuan dimulai dari rasa ingin tahu, kepastian dimulai dari rasa ragu-ragu dan filsafat dimulai dari keduanya[1]. Dalam berfilsafat kita didorong untuk mengetahui apa yang kita tahu dan apa yang belum kita tahu.Filsafat dalam pandangan tokoh-tokoh dunia diartikan sebagai berikut:
- Plato (427 – 348 sm), filsafat adalah ilmu pengetahuan yang berminat mencapai kebenaran yang asli
- Aristoteles (382 – 322 sm), filsafat adalah ilmu pengetahuan yang meliputi kebenaran yang terkandung dalam ilmu-ilmu metafisika, logika, retorika, ekonomi, politik dan estetika
- Al Kindi (801 – ……m), filsafat adalah pengetahuan tentang realisasi segala sesuatu sejauh jangkauan kemampuan manusia
- Al Farabi (870 – 950 m), filsafat adalah ilmu pengetahuan tentang alam wujud bagaimana hakikat sebenarnya.
- Prof. H. Muhammad Yamin, filsafat adalah pemusatan pikiran, sehingga manusia menemui kepribadiannya. Di dalam kepribadiannya itu dialami sesungguhnya.
1. Teori atau analisis logis tentang prinsip-prinsip yang mendasari pengaturan, pemikiran pengetahuan, sifat alam semesta.
2. Prinsip-prinsip umum tentang suatu bidang pengetahuan.
3. Ilmu yang berintikan logika ,estetika, metafisika, dan epistemologi
4. Falsafah
Tujuan filsafat ialah mengumpulkan pengetahuan manusia sebanyak mungkin dan menerbitkan serta mengatur semua itu dalam bentuk sistematik. Dengan demikian filsafat memerlukan analisa secara hati-hati terhadap penalaran-penalaran sudut pandangan yang menjadi dasar suatu tindakan.
Semua ilmu baik ilmu sosial maupun ilmu alam bertolak dari pengembangannya yaitu filsafat. Pada awalnya filsafat terdiri dari tiga segi yaitu (1)apa yang disebut benar dan apa yang disebut salah (logika); (2) mana yang dianggap baik dan mana yang dianggap buruk (etika); (3)apa yang termasuk indah dan apa yang termasuk jelek (estetika).
Kemudian ketiga cabang utama itu berkembang lagi menjadi cabang-cabang filsafat yang mempunyai bidang kajian yang lebih spesifik. Cabang-cabang filsafat tersebut antara lain mencakup:
- Epistemologi (Filsafat Pengetahuan)
- Etika (Filsafat Moral)
- Estetika (Filsafat Seni)
- Metafisika
- Politik (Filsafat Pemerintahan)
- Filsafat Agama
- Filsafat Ilmu
- Filsafat Pendidikan
- Filsafat Hukum
- Filsafat Sejarah
- Filsafat Matematika
Pendidikan sebagai Cabang ilmu dari Filsafat
Filsafat Pendidikan dapat diartikan juga upaya mengembangkan potensi-potensi manusiawi peserta didik baik potensi fisik potensi cipta, rasa, maupun karsanya, agar potensi itu menjadi nyata dan dapat berfungsi dalam perjalanan hidupnya. Dasar pendidikan adalah cita-cita kemanusiaan universal. Pendidikan bertujuan menyiapkan pribadi dalam keseimbangan, kesatuan. organis, harmonis, dinamis. guna mencapai tujuan hidup kemanusiaan. Filsafat pendidikan adalah filsafat yang digunakan dalam studi mengenai masalah-masalah pendidikan
Filsafat pendidikan dalam arti luas dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu (1) Filsafat Praktek Pendidikan dan (2) Filsafat Ilmu Pendidikan.
Filsafat Praktek Pendidikan diartikan sebagai analisis kritis dan komprehensif tentang bagaimana seharusnya pendidikan diselenggarakan dan dilaksanakan dalam kehidupan. Sedangkan Filsafat Ilmu Pendidikan secara konsepsional diartikan sebagai analisis kritis komprehensif tentang pendidikan sebagai salah satu bentuk teori pendidikan yang dihasilkan melalui riset baik kuantitatif maupun kualitatif[2] .
Jika dalam Filsafat Praktek Pendidikan biasanya membahas mengenai 3 (tiga) masalah pokok yaitu (1) apakah sebenarnya pendidikan itu; (2) apakah tujuan pendidikan itu sebenarnya dan (3) dengan cara apa tujuan pendidikan dapat dicapai, maka dalam Filsafat Ilmu Pendidikan membahas mengenai (1) struktur ilmu dan (2) kegunaan ilmu bagi kepentingan praktis dan pengetahuan tentang kenyataan.
Objek dalam Filsafat Ilmu Pendidikan dapat dibedakan dalam 4 (empat) macam yaitu:
- Ontologi Ilmu Pendidikan, yang membahas tentang hakikat subtansi dan pola organisasi Ilmu Pendidikan
- Epistomologi Ilmu Pendidikan, yang membahas tentang hakikat objek formal dan material Ilmu Pendidikan
- Metodologi Ilmu Pendidikan, yang membahas tentang hakikat cara-cara kerja dalam menyusun ilmu pengetahuan
- Aksiologi Ilmu Pendidikan, yang membahas tentang hakikat nilai kegunaan teoritis dan praktis Ilmu Pendidikan
Sumber: Abdullah (2001)
Tokoh-Tokoh Filsafat Pendidikan
Pendidikan dihadapkan pada perumusan tujuan yang mendasar dan mendalam, sehingga diperlukan analisis dan pemikiran filosofis. Selain perumusan tujuan, seluruh aspek dalam pendidikan mulai dari konsep, perencanaan, pelaksanaan sampai dengan evaluasi membutuhkan pemikiran filosofis.
Dalam perkembangan pendidikan menjadi cabang ilmu yang mandiri dipengaruhi oleh pandangan dan konsep yang dikemukan oleh para filosofi..
· Plato (428-348 SM)[3]
Plato merupakan filosofi yunani yang aktif mengembangkan filsafat dengan mendirikan sekolah khusus yang disebut ‘academia’. Plato berpandangan bahwa konsep ide merupakan pandangan terdapat suatu dunia di balik alam kenyataan, sebagai hakikat dari segala yang ada. Artinya apa yang diamati sehari-hari adalah ide tersebut, sebagai sumber segala yang ada: kebaikan dan keburukan. Ide merupakan suatu hal yang objektif yang didalamnya berpusat dan dikendalikan oleh puncak ide yang digambarkan sebagai ide tentang kebaikan yang diformulasikan sebagai tuhan
· Aristoteles (384 – 348 SM)[4]
Aristoteles yang merupakan bapak ilmu berpandangan bahwa ilmu pendidikan dibangun melalui riset pendidikan. Riset merupakan suatu gerak maju dan kegiatan-kegiatan observasi menuju prinsip-prinsip umum yang bersifat menerangkan dan kembali kepada observasi. Pandangan ini berkembang pada abad 13 – 14.
Aristoteles berpandangan bahwa ilmuan hendaknya menarik kesimpulan secara induksi dan deduksi. Dalam tahapan induksi, generalisasi-generalisasi (kesimpulan-kesimpulan umum) tentang bentuk ditarik dari pengalaman pengindraan. Selanjutnya kesimpulan yang diperoleh dari tahapan induksi dipergunakan untuk premis-premis untuk deduksi dari pernyataan-pernyataan tentang observasi.
Penyempurnaan teori aristoteles dilakukan oleh beberapa filosofi lain yaitu:
§ Robert Grosseteste yang menyebutkan bahwa metode induktif-deduktif Aristoteles sebagai Metode perincian dan penggabungan. Tahap Induksi meruapakan sebuah perincian gejala yang menjadi unsur-unsur pokok dan tahap deduksi sebagai penggabungan unsur-unsur poko yang membentuk gejala asli.
§ Roger Bacon mengusulkan agar matematika dan eksperimen merupakan dua instrumen utama dari penyelidikan ilmiah. Dia mengemukakan ada tiga hak istimewa Ilmu Eksperimental : (1) kesimpulan yang diperoleh melalui penalaran induksi diuji lebih dulu dengan eksperimen; (2) penggunaan eksperimen dalam penyelidikan ilmiah menambah ketelitian dan keluasan pengetahuan faktual; (3) dengan kekuatannya sendiri, tanpa bantuan ilmu-ilmu lainnya, eksperimen dapat menyelidiki rahasia alam.
§ John Duns Scotus yang menegaskan sebuah metode induksi dalam bentuk persamaan, yaitu merupakan teknis analisis sejumlah hal khusus yang mempunyai pengaruh khusus terhadap peristiwa.
§ Ockham yang menegaskan metode induksi dalan bentuk perbedaan, bahwa ilmuwan dalam menyusun pengetahuan tentang apa yang diciptakan Tuhan dengan melalui induksi hanya terdapat kesatuan-kesatuan yang bersifat pembawaan di antara gejala-gejala. Metode Ockham membandingkan dua hal khusus dimana yang satu ada pengaruhnya dan satunya lagi tidak ada pengaruhnya.
· Johan Amos Comenius[5]
Filsuf pertama yang memperhatikan dan memberikan konsidensi terhadap orientasi pemikiran filsafat pendidikan adalah Johan Amos Comenius seorang pendeta Protestan. ia berpandangan bahwa manusia itu diciptakan oleh Tuhan dan untuk Tuhan. Manusia diciptakan dan ditempatkan di atas semua makhluk, karena kemampuannya dalam berfikir. Percikan pemikiran Comenius berpengaruh pada teori-teori pendidikannya. Salah satunya adalah peserta didik harus dipersiapkan kepada dan untuk Tuhan.
Comenius juga berpendapat tentang prosedur dalam bidang pendidikan bahwa dari pada membuat kerusakan pada proses alam, lebih baik bersahabat dengan proses alam tersebut. Pendapatnya ini berimplikasi pada pelaksanaan pendidikan dengan keharusan tidak merusak alam dan meniru perkembangan alam. Artinya proses pendidikan tidak dilakukan secara tergesa-gesa, melainkan dilakukan secara terencana dan bertahap sesuai dengan tahapan perkembangan fisik dan psikis peserta didik.
Hal tersebut awal dari pemikiran filsafat pendidikan naturalisme yang lahir pada abad 17 dan mengalami perkembangan pada abad 18.
Dimensi mengenai pemikiran filsafat pendidikan naturalisme adalah sebagai berikut:
§ Dimensi utama dan pertama dari pemikiran filsafat pendidikan Naturalisme di bidang pendidikan adalah pentingnya pendidikan itu sesuai dengan perkembangan alam. Hal tersebut sesuai dengan yang dikemukan oleh comenius
§ Dimensi kedua dari filsafat pendidikan Naturalisme yang juga dikemukakan oleh Comenius adalah penekanan bahwa belajar itu merupakan kegiatan melalui Indra.
§ Dimensi ketiga dari filsafat pendidikan Naturalisme adalah pentingnya pemberian pemahaman pada akal akan kejadian atau fenomena dan hukum alam melalui observasi. Observasi berarti mengamati secara langsung fenomena yang ada di alam ini secara cermat dan cerdas. Pendapat Copernicus di atas sangat berpengaruh pada abad ke 18, sehingga abad ini dikenal dengan sebutan abad rasio (age of reason) atau Rasionalisme.
§ Demensi terakhir dari percikan pemikiran filsafat pendidikan Naturalisme juga dikembangkan oleh Jean Jacques Rousseau berkebangsaan Prancis yang naturalis mengatakan bahwa pendidikan dapat berasal dari tiga hal, yaitu ; alam, manusia dan barang. Bagi Rousseau seorang anak harus hidup dengan prinsip-prinsip alam semesta.
Naturalisme di bidang pendidikan juga dielaborasi oleh kerangka pemikiran John Locke, Ia mengemukakan bahwa teori dalam jiwa diperoleh dari pengalaman nyata, tidak ada sesuatu dalam jiwa tanpa melalui indra. Jiwa senantiasa kosong dan hanya terisi apabila ada pengalaman. Oleh karena alam merupakan spot power bagi pengisian jiwa, maka proses pendidikan harus mengikuti tata-tertib perkembangan alam. Kalau alam serba teratur, ia menghendaki pengajaranpun harus teratur. Mata pelajaran harus diajarkan secara berurutan (sequence) , step by step dan tidak bersamaan.
Selain tokoh-tokoh barat, filsafat pendidikan dalam pandangan tokoh filosofi islam sebagaimana diuraikan berikut[6]
§ Ibnu Khaldun (1332 – 1406 M)
Filosofi Islam yang berpendapat bahwa ilmu pengetahuan merupakan kemampuan manusia untuk membuat analisis dan strategis sebagai hasil dari proses berfikir. Pendidikan merupakan transformasi nilai-nilai yang diperoleh dari pengalaman untuk mempertahankan eksistensi manusia dalam peradaban masyarakat. Pendidikan juga merupakan upaya melestarikan dan mewariskan nilai-nilai yang ada dalam masyarakat agar masyarakat tersebut bisa tetap eksis.
§ Abduh Ibnu Hasan Khairullah (1849 – ….M)
Filosofi Islam dari Mesir mengemukakan bahwa pendidikan bertujuan mendidik akal dan jiwa serta mengembangkannya hingga batas-batas yang memungkinkan anak didik mencapai kebahagian hidup di dunia dan akhirat. Proses pendidikan dapat membentuk kepribadian muslim yang seimbang, pendidikan tidak hanya mengembangkan aspek kognitif (akal) semata tapi perlu menyeleraskan dengan aspek afektif (moral) dan psikomotorik (keterampilan).
§ Muhammad Iqbal (1877 – 1938M)
Filosofi Islam dari India, berpandangan bahwa pendidikan merupakan bagian tidak dapat dipisahkan dari peradaban manusia, bahkan pendidikan merupakan subtansi dari peradaban manusia. Pendidikan yang ideal adalah pendidikan yang mampu memadukan dualisme (antara aspek keduniaan dan aspek keakhiratan secara sama dan seimbang).
§ Ahmad Dahlan (1869 – 1923M)
Ahmad Dahlan adalah tokoh pendiri Muhammadiyah yang berpandangan bahwa pendidikan bertujuan menciptakan manusia yang (1) baik budi, yaitu alim dalam agama; (2) luas pandangan, yaitu alam dalam ilmu-ilmu umum dan (3) bersedia berjuang untuk kemajuan masyarakat. Pendidikan agama dan pendidikan umum dipadukan secara selaras dan berpegang kepada Al-Qur’an dan Al-Sunnah.
Aliran-Aliran Filsafat Pendidikan
Aliran-aliran yang berkembang saat ini sangat dipengaruhi oleh pandangan dan teori-teori yang dikemukan oleh para filosofi-filosofi dunia. Aliran-aliran dalam Filsafat yang berkembang saat ini antara lain:
1. Filsafat Pendidikan Idealisme memandang bahwa realitas akhir adalah roh, bukan materi, bukan fisik. Pengetahuan yang diperoleh melaui panca indera adalah tidak pasti dan tidak lengkap. Aliran ini memandang nilai adalah tetap dan tidak berubah, seperti apa yang dikatakan baik, benar, cantik, buruk secara fundamental tidak berubah dari generasi ke generasi. Tokoh-tokoh dalam aliran ini adalah: Plato, Elea dan Hegel, Emanuael Kant, David Hume, Al Ghazali
2. Filsafat Pendidikan Realisme merupakan filsafat yang memandang realitas secara dualitis. Realisme berpendapat bahwa hakekat realitas ialah terdiri atas dunia fisik dan dunia ruhani. Realisme membagi realitas menjadi dua bagian, yaitu subjek yang menyadari dan mengetahui di satu pihak dan di pihak lainnya adalah adanya realita di luar manusia, yang dapat dijadikan objek pengetahuan manusia. Beberapa tokoh yang beraliran realisme: Aristoteles, Johan Amos Comenius, Wiliam Mc Gucken, Francis Bacon, John Locke, Galileo, David Hume, John Stuart Mill.
3. Filsafat Pendidikan Materialisme berpandangan bahwa hakikat realisme adalah materi, bukan rohani, spiritual atau supernatural. Beberapa tokoh yang beraliran materialisme: Demokritos, Ludwig Feurbach
4. Filsafat Pendidikan Pragmatisme dipandang sebagai filsafat Amerika asli. Namun sebenarnya berpangkal pada filsafat empirisme Inggris, yang berpendapat bahwa manusia dapat mengetahui apa yang manusia alami. Beberapa tokoh yang menganut filsafat ini adalah: Charles sandre Peirce, wiliam James, John Dewey, Heracleitos.
5. Filsafat Pendidikan Eksistensialisme memfokuskan pada pengalaman-pengalaman individu. Secara umum, eksistensialisme menekankn pilihan kreatif, subjektifitas pengalaman manusia dan tindakan kongkrit dari keberadaan manusia atas setiap skema rasional untuk hakekat manusia atau realitas. Beberapa tokoh dalam aliran ini: Jean Paul Satre, Soren Kierkegaard, Martin Buber, Martin Heidegger, Karl Jasper, Gabril Marcel, Paul Tillich
6. Filsafat Pendidikan Progresivisme bukan merupakan bangunan filsafat atau aliran filsafat yang berdiri sendiri, melainkan merupakan suatu gerakan dan perkumpulan yang didirikan pada tahun 1918. Aliran ini berpendapat bahwa pengetahuan yang benar pada masa kini mungkin tidak benar di masa mendatang. Pendidikan harus terpusat pada anak bukannya memfokuskan pada guru atau bidang muatan. Beberapa tokoh dalam aliran ini : George Axtelle, william O. Stanley, Ernest Bayley, Lawrence B.Thomas, Frederick C. Neff
7. Filsafat Pendidikan Esensialisme adalah suatu filsafat pendidikan konservatif yang pada mulanya dirumuskan sebagai suatu kritik pada trend-trend progresif di sekolah-sekolah. Mereka berpendapat bahwa pergerakan progresif telah merusak standar-standar intelektual dan moral di antara kaum muda. Beberapa tokoh dalam aliran ini: william C. Bagley, Thomas Briggs, Frederick Breed dan Isac L. Kandell.
8. Filsafat Pendidikan Perenialisme Merupakan suatu aliran dalam pendidikan yang lahir pada abad kedua puluh. Perenialisme lahir sebagai suatu reaksi terhadap pendidikan progresif. Mereka menentang pandangan progresivisme yang menekankan perubahan dan sesuatu yang baru. Perenialisme memandang situasi dunia dewasa ini penuh kekacauan, ketidakpastian, dan ketidakteraturan, terutama dalam kehidupan moral, intelektual dan sosio kultual. Oleh karena itu perlu ada usaha untuk mengamankan ketidakberesan tersebut, yaitu dengan jalan menggunakan kembali nilai-nilai atau prinsip-prinsip umum yang telah menjadi pandangan hidup yang kukuh, kuat dan teruji. Beberapa tokoh pendukung gagasan ini adalah: Robert Maynard Hutchins dan ortimer Adler.
9. Filsafat Pendidikan rekonstruksionisme merupakan kelanjutan dari gerakan progresivisme. Gerakan ini lahir didasarkan atas suatu anggapan bahwa kaum progresif hanya memikirkan dan melibatkan diri dengan masalah-masalah masyarakat yang ada sekarang. Rekonstruksionisme dipelopori oleh George Count dan Harold Rugg pada tahun 1930, ingin membangun masyarakat baru, masyarakat yang pantas dan adil. Beberapa tokoh dalam aliran ini:Caroline Pratt, George Count, Harold Rugg.
Landasan Filsafat Pendidikan Indonesia
Pendidikan Indonesia dipengaruhi beberapa peristiwa:§ Era Kolonia Belanda[7]
Pendidikan Indonesia pada Era Kolonia Belanda mengalami 3 (tiga) fase perkembangan
1. Masa VOC (1607), pada masa VOC pendidikan yang berkembang di Indonesia yaitu pendidikan yang berlandaskan ketuhanan.dan berpusat di gereja. Tujuan pendidikan saat itu adalah menyebarkan agama protestan dan menghilangkan pengaruh katolik di Indonesia. Tugas guru saat itu adalah untuk memupuk rasa takut terhadap Tuhan, mengajarkan dasar-dasar agama Kristen, mengajar anak berdoa, bernyanyi, pergi ke gereja, mematuhi orang tua, penguasa dan guru-guru
2. Masa Liberal (1861-1819), pendidikan pada masa tersebut dipengaruhi ole ide-ide liberal. Terjadi perubahan yang radikal bahwa kepercayaan atas kekuasaan pengetahuan yang diperoleh melalui penelitian empiris. Pendidikan ditujukan kepada pengembangan kemampuan intelektual, nilai-nilai rasional, social dan usaha mencapai tujuan-tujuan sekuler.
3. Politik Etis: 1900 – 1920, pendidikan pada masa ini ditujukan membangun kemandirian dan emansipasi pendidikan demi kesejateraan rakyat Indonesia. Ciri pendidikan pada masa ini yaitu gradualisme, dualisme, kontrol sental, keterbatasan tujuan, prinsip konkordasi dan tidak ada perencanaan pendidikan yang sistematis.
§ Era Kemerdekaan Indonesia[8]
Pancasila sebagai dasar dan landasan berbagai kehidupan bangsa lahir pada era kemerdekaan. Nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila sebenarnya sudah sejak dulu telah mendasari aspek-aspek kehidupan bangsa Indonesia. Hal tersebut tergambar dari kehidupan bernegara pada masa Kerajaan Majapahit dan Sriwijaya.
Pada era kebangkitan bangsa nilai-nilai pancasila telah menggugah kesadaran nasionalime bangsa dalam memperjuangkan kemerdekaan.
Konsep Pancasila sebagai dasar, landasan dan Falsafah dalam aspek-aspek kehidupan berbangsa dicetuskan oleh tokoh-tokoh kebangsaan yaitu:
§ Mr. Muh.Yamin, mengemukakan rancangan dasar Negara, yaitu
1. Peri kebangsaan
2. Peri Kemanusiaan
3. Peri Ketuhanan
4. Peri Kerakyatan
5. Kesejahteraan Rakyat
1. Peri kebangsaan
2. Peri Kemanusiaan
3. Peri Ketuhanan
4. Peri Kerakyatan
5. Kesejahteraan Rakyat
§ Mr. Soepomo mengemukakan dasar negara Indonesia Merdeka yang dicita-citakan yaitu:
1. Dasar Integralistik, negara kesatuan, negara yang bersatu dengan seluruh rakyatnya, yang mengatasi seluruh golongan-golongannya dalam lapangan apapun.
2. Dasar ke-Tuhanan
3. Dasar sosialisme negara, dasar ekonomi kekeluargaan
4. Dasar musyawarah dalam kepemimpinan
§ Ir. Soekarno, mengusulkan dasar filsafat negara Pancasila dengan susunan:
1. Kebangsaan Indonesia
2. Internasionalisme atau perikemanusian
3. Mufakat atau demokrasi
4. Kesejahteraan Sosial
5. Ketuhanan Yang Maha Esa
Pemikiran-pemikiran tersebut yang menjadi cikal bakal lahirnya Pancasila yang melandasi semua aspek kehidupan banga termasuk Landasan dan Falsafah Pendidikan Indonesia.1. Kebangsaan Indonesia
2. Internasionalisme atau perikemanusian
3. Mufakat atau demokrasi
4. Kesejahteraan Sosial
5. Ketuhanan Yang Maha Esa
Pancasila Sebagai Sistem Filsafat[9]
Pancasila sebagai sistem filsafat adalah pengungkapan dan penelaahan dunia fisik dan dunia riil secara sistemik (menyeluruh) dan sistematis (teratur, tersusun rapi). Pancasila memberi ajaran tata hidup manusia budaya secara harmonis. Pancasila adalah filsafat keselarasan.Pancasila sebagai sistem filsafat juga mempunyai ajaran-ajaran tentang metafisika dan ontologi Pancasila, aksiologi Pancasila dan logika Pancasila.
§ Ajaran Metafisika dan Ontologi Pancasila
Asas-asas metafisika dan ontologi dalam filsafat Pendidikan Pancasila adalah sebagai berikut:
§ Asas monoteisme
Merupakan realisasi dari sila I Pancasila Ketuhanan yang Maha Esa, Bangsa Indonesia hanya mengakui satu tuhan saja ialah Tuhan Yang Maha Esa. Bangsa Indonesia menganut asas kemerdekaan untuk memilih dan menganut agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dengan menjunjung toleransi antar pemeluk agama.§ Asas makrokosmos-mikrokosmos
Asas makrokosmos merupakan pengakuan kepada realita yang ada, ialah alam semesta ini, dunia dengan tata suryanya. Alam semesta raya mempunyai hukum-hukum alamnya dan menjadi sumber daya kehidupan semua makhluk hidup. Manusia sering dipandang sebagai mikrokosmos sebab pada manusia terdapat sifat-sifat atau unsur-unsur seperti yang ada pada makrokosmos.§ Asas tata ada yang selaras, serasi, seimbang (harmoni)
Bahwa yang ada di dunia merupakan hal yang serba berlawanan namun tetap dapat berlangsung secara selaras.§ Asas tata hidup manusia budaya (asas kultural/religius)
Cipta, rasa dan karsa manusia secara integratif mampu menciptakan perlengkapan-perlengkapan hidup yang secara keseluruhannya disebut kebudayaan.§ Asas persatuan dan kesatuan
Hidup budaya manusia membentuk kesatuan-kesatuan secara menyeluruh mulai dari tingkat terbawah yaitu keluarga sampai pada kehidupan berbangsa dan bernegara.§ Asas tertib damai, kemerdekaan dan keadilan
Hidup membudaya adalah hidup tertib, teratur dan damai menghindari pertengkaran dan perselisihan
§ Asas bhineka tunggal ika
Asas ini memberi makna bahwa hidup budaya manusia menunjukan variasi-variasi, seperti adanya ras-ras manusia, macam-macam agama dan kebudayaan daerah dan sebagainya.
§ Asas idealisme, realistis dan pragmatis
Hidup bangsa Indonesia tidak tanpa arah, tetapi mempunyai arah yang ideal yakni hidup masyarakat yang adil dan makmur.
§ Epistomologi Pancasila
Ajaran Pancasila dengan teorinya selaras, serasi dan seimbang, mengakui kebenaran pengetahuan rasio dan pengetahuan pengalaman. Baik rasio maupun pengalaman dapat menjadi sumber pengetahuan. Pengetahuan datang dari intuisi dan juga bersumber pada kebenaran agama. Logika yang dikembangkan dalam epistomologi Pancasila adalah logika formal (deduksi), logika induksi, logika ilmiah dan logika intuisi.§ Aksiologi Pancasila
Prinsip-prinsip ajaran nilai atau aksiologi Pancasila adalah sebagai berikut:§ Prinsip nilai religius
Prinsip nilai religius bersumber pada Sila I Pancasila (Ketuhanan Yang Maha Esa). Agama menjadi sumber-sumber nilai-nilai kebaikan dan juga kebenaran. Fungsi Pancasila terhadap agama adalah:
1. Pancasila memberi fasilitas kepada hidup subur dan berkembangnya agama
2. Pancasila memberi situasi dan kondisi kerukunan dan kedamaian hidup di antara umat beragama.
§ Prinsip nilai alami
Prinsip nilai alamia artinya alam semesta sebagai ciptaan Tuhan yang berisi kebaikan-kebaikan alamiah yang berupa nilai-nilai hukum alam.
§ Prinsip nilai manusia
Prinsip nilai-nilai manusia yakni bahwa manusia adalah subjek penilai. Dalam mencapai nilai-nilai dalam hidupnya, maka manusia akan melaksanakan nilai-nilai: (1) nilai-nilai kemanusian; (2) nilai-nilai persatuan hidup bersama; (3) nilai-nilai kerakyatan atau demokrasi; (4) nilai-nilai keadilan.
§ Prinsip relativitas dan kemutlakan nilai
Nilai-nilai hidup budaya manusia ada yang bersifat relatif, terbatas oleh kurun waktu dan tempat.
Ajaran Pancasila tentang Pendidikan
Wawasan kependidikan dalam Filsafat Pendidikan Pancasila adalah sebagai berikut:1. Pendidikan adalah proses pembudayaan manusia, yakni usaha sadar untuk mengembangkan kemampuan dan kepribadian manusia, yang dilakukan baik dalam keluarga, di sekolah maupun di masyarakat dan berlaku seumur hidup. Pendidikan adalah proses regenerasi untuk melangsungkan eksistensi manusia budaya yang lebih maju.
2. Tujuan pendidikan adalah menumbuhkan Manusia Indonesia Seutuhnya (MIS). MIS yaitu manusia pembangunan yang berkembang secara integral, selaras, serasi, seimbang antara cipta, rasa, karsa dan karya serta jasmani-rohani yang sehat.
3. Kurikulum pendidikan, melaksanakan kurikulum yang komprehensif, memadukan antara teori dan praktek. Wawasan kurikulum yang dikembangkan adalah: (1) Wawasan budaya bangsa berdasar pada kondisi sosio-budaya masyarakat dan negara Indonesia, (2) Wawasan ideologi dan pandangan hidup Pancasila, (3) Wawasan kemajuan Ilmu dan Teknologi, (4) Wawasan religius dan keimanan, (5) Wawasan Pembangunan Nasional, (6) Wawasan ketahanan bangsa, (7) Proses belajar dan mengajar, mengembangkan proses komunikasi diagonal (interaksi aktif). Mengembangkan Cara Belajar Siswa Aktif.
4. Hakekat proses belajar dan mengajar, (1) dalam proses belajar mengajar terjadi interaktif antara siswa dengan lingkungan belajar yang diatur oleh guru, (2) proses belajar mengajar yang efektif memerlukan strategi dan media atau teknologi pendidikan yang tepat guna, (3) kegiatan belajar mengajar direncanakan dan diimplementasikan menjadi suatu sistem, (4) materi dan sistem penyajian bersifat dinamis selalu berkembang
5. Hakekat lembaga pendidikan, sekolah dan perguruan tinggi adalah (1) lembaga pendidikan profesional yang melaksanakan pendidikan untuk meningkatkan kualitas manusia, (2) menyelenggarakan program-program pendidikan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat baik kuantitatif dan kualitatif.
6. Hakekat anak didik adalah bertanggung jawab atas pendidikannya sendiri selaras dengan wawasan pendidikan sepanjang hayat
7. Hakekat guru sebagai pendidik adalah agen perubahan, berfungsi sebagai pemimpin dan pendukung serta pengembang nilai-nilai hidup di masyarakat, sebagai fasilitator dan bertanggung jawab atas tujuan belajar.
8. Hakekat masyarakat adalah sebagai lingkungan pendidikan.
Pancasila sebagai Landasan Filosofis Sistem Pendidikan Nasional
Sebagaimana yang tercantum dalam Pasal 2 UU RI No.2 Tahun 1989 bahwa pendidikan nasional berdasarkan pancasila dan UUD 1945. Hal tersebut sejalan dengan Ketetapan MPR RI No. II/MPR/1978 tentang P4 menegaskan pula bahwa Pancasila adalah jiwa seluruh rakyat indonesia, kepribadian bangsa Indonesia, pandangan hidup bangsa Indonesia, dan dasar negara Indonesia. Berdasarkan peraturan perundangan tersebut jelaslah bahwa pancasila adalah Landasan Filosofi Sistem Pendidikan Nasional.Pendidikan nasional merupakan suatu sistem yang memuat teori praktek pelaksanaan pendidikan yang berdiri di atas landasan dan dijiwai oleh filsafat bangsa yang bersangkutan guna diabdikan kepada bangsa itu untuk merealisasikan cita-cita nasionalnya.
Sedangkan Pendidikan Nasional Indonesia adalah suatu sistem yang mengatur dan menentukan teori dan pratek pelaksanaan pendidikan yang berdiri di atas landasan dan dijiwai oleh flisafat bangsa Indonesia yang diabdikan demi kepentingan bangsa dan negara Indonesia guna memperlancar mencapai cita-cita nasional Indonesia.
Sehingga Filsafat pendidikan nasional Indonesia dapat didefinisikan sebagai suatu sistem yang mengatur dan menentukan teori dan praktek pelaksanaan pendidikan yang berdiri di atas landasan dan dijiwai oleh filsafat hidup bangsa “Pancasila” yang diabdikan demi kepentingan bangsa dan negara Indonesia dalam usaha merealisasikan cita-cita bangsa dan negara Indonesia.[10]
Pokok-pokok fikiran Pendidikan Nasional adalah:
1. Pendidikan Nasional berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dan disebut sistem Pendidikan Pancasila
2. Tujuan pendidikan nasional adalah untuk meningkatkan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, kecerdasan, keterampilan, mempertinggi budi pekerti, memperkuat kepribadian dan mempertebal semangat kebangsaan agar dapat memperkuat kepribadian dan mempertebal semangat kebangsaan
3. Fungsi pendidikan nasional Indonesia adalah untuk mengembangkan warga negara Indonesia, baik sebagai pribadi maupun anggota masyarakat, mengembangkan bangsa Indonesia dan mengembangkan kebudayaan Indonesia
4. Unsur-unsur pokok pendidikan nasional adalah pendidikan pancasila, pendidikan agama, pendidikan watak dan kepribadian, pendidikan bahasa, pendidikan kesegaran jasmani, pendidikan kesenian, pendidikan ilmu pengetahuan, pendidikan keterampilan, pendidikan kewarganegaraan dan pendidikan kesadaran bersejarah.
5. Asas-asas pelaksanaan pendidikan nasional Indonesia adalah asas semesta, asas pendidikan seumur hidup, asas tanggung jawab bersama, asas pendidikan, asas keselarasan dan keterpaduan dengan ketahanan nasional dan wawasan nasional, asas Bhineka Tunggal Ika, Asas keselarasan, keseimbangan dan keserasian, asas manfaat adil dan merata.
Kesimpulan
Pendidikan merupakan cabang dari filsafat. Namun pendidikan bukan merupakan filsafat umum/murni melainkan filsafat khusus atau terapan.
Filsafat Pendidikan dapat diartikan juga upaya mengembangkan potensi-potensi manusiawi peserta didik baik potensi fisik potensi cipta, rasa, maupun karsanya, agar potensi itu menjadi nyata dan dapat berfungsi dalam perjalanan hidupnya.
Pendidikan bertujuan menyiapkan pribadi dalam keseimbangan, kesatuan. organis, harmonis, dinamis. guna mencapai tujuan hidup kemanusiaan. Filsafat pendidikan adalah filsafat yang digunakan dalam studi mengenai masalah-masalah pendidikan
Filsafat pendidikan dalam arti luas dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu :
(1) Filsafat Praktek Pendidikan dan
(2) Filsafat Ilmu Pendidikan.
Filsafat Praktek Pendidikan biasanya membahas mengenai 3 (tiga) masalah pokok yaitu (1) apakah sebenarnya pendidikan itu; (2) apakah tujuan pendidikan itu sebenarnya dan (3) dengan cara apa tujuan pendidikan dapat dicapai
Filsafat Ilmu Pendidikan membahas mengenai :
(1) struktur ilmu dan
(2) kegunaan ilmu bagi kepentingan praktis dan pengetahuan tentang kenyataan.
Objek dalam Filsafat Ilmu Pendidikan dapat dibedakan dalam 4 (empat) macam yaitu:
1. Ontologi Ilmu Pendidikan, yang membahas tentang hakikat subtansi dan pola organisasi Ilmu Pendidikan
2. Epistomologi Ilmu Pendidikan, yang membahas tentang hakikat objek formal dan material Ilmu Pendidikan
3. Metodologi Ilmu Pendidikan, yang membahas tentang hakikat cara-cara kerja dalam menyusun ilmu pengetahuan
4. Aksiologi Ilmu Pendidikan, yang membahas tentang hakikat nilai kegunaan teoritis dan praktis Ilmu Pendidikan
Filsafat Pancasila yang muncul pada masa kemerdekaan tahun 1945 dicetuskan oleh tokoh-tokoh perjuangan bangsa. Sebagai sebuah filsafat pendidikan, Pancasila mengandung pemahaman nilai mengenai metafisika dan ontologi, epistomologi dan aksiologi sebagai mana yang terkandung dalam filsafat pendidikan. Kedudukan Pancasila sebagai filsafat Pendidikan Indonesia diperkuat dengan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional tahun 1989.
Daftar Pustaka
Abdullah, Ishak. 2001. ” Filsafat Ilmu Pendidikan”. PT.Remaja Rosdakarya Bandung.Fudyatanta, Ki. 2006. “Filsafat Pendidikan Barat dan Filsafat Pendidikan Pancasila”. Amus Yogyakarta
Hasan, M.Iqbal. 2002. “Pokok-Pokok Pendidikan Pancasila”. PT. Raja Grafindo Persada.
Nasution, Hasan Bakti. 2001 . “Filsafat Umum”. Gaya Media Pratama.
Nasution, S. 2008. “Sejarah Pendidikan Indonesia”. Bumi Aksara
Heryanto, Nunu. 2002, Bahan Kuliah pad IKIP Makasar,
Suharto, Toto. 2006. “Filsafat Pendidikan Islam”. Ar-ruzz
Suriasumantri, Jujun S. 2003 . “Filsafat Ilmu: Sebuah Pengantar Populer” Pustaka Sinar Harapan
www.education.feedfury.com didown load pada tanggal 13 September 2008
http://re-searchengines.com/0308hakiki.html didown load pada tanggal 13 September 2008
[1] Jujun S Suriasumantri, “Filsafat Ilmu: Sebuah Pengantar Populer” Pustaka Sinar Harapan, 2003 [2] Ishak Abdullah. ” Filsafat Ilmu Pendidikan”. PT.Remaja Rosdakarya Bandung. 2001
[3] Hasan Bakti Nasution.”Filsafat Umum”. Gaya Media Pratama. 2001
[4] Ishak Abdullah. ” Filsafat Ilmu Pendidikan”. PT.Remaja Rosdakarya Bandung. 2001
[5] http://re-searchengines.com/0308hakiki.html di down load pada tanggal 13 September 2008
[6] Toto Suharto. “Filsafat Pendidikan Islam”. Ar-Ruzz. 2006
[7] Nasution, S. “Sejarah Pendidikan Indonesia”. Bumi Aksara. 2008
[8] M.Iqbal Hasan. “Pokok-Pokok Materi Pendidikan Pancasila”. PT. Raja Grafindo Persada. 2002
[9] Fudyatanta, Ki. 2006. “Filsafat Pendidikan Barat dan Filsafat Pendidikan Pancasila”. Amus Yogyakarta
[10] Nunu Heryanto, 2002. “Materi Kuliah pada IKIP Makasar”
Tinggalkan Balasan Cancel reply
Peranan Blog Dalam Kancah Politik Indonesia
25 Maret 2009 — ijrshLaporan selengkapnya oleh Laura Beavis dari Jakarta.
Di rumah, mall, dan warnet sekitar Jakarta, warga Indonesia kerap ngeblog. Mereka sangat menyukai blog. Bahkan situs penyedia blog global yaitu WordPress, mengumumkan kalau orang Indonesia tergolong pengunjung terbanyak mereka. Bahkan melampaui jumlah orang Amerika Serikat. Bahasa Indonesia pun menjadi bahasa tersering kedua yang dipakai dalam blog, setelah bahasa Inggris.
Enda Nasution mulai blogging pada 2001. Ia kerap disebut sebagai ‘Bapak Blog Indonesia’. Ia pernah menghelat acara Pesta Blogger Jakarta pada 2007. Kata Enda, jumlah blogger yang semula berjumlah tiga ribu orang pada 2007, meningkat menjadi sekitar satu juta orang pada 2009. Ia menuturkan orang Indonesia punya pendekatan blogging yang unik.
“Di Indonesia, ada cara yang baru dan berbeda melihat hal ini. Karena kalau Anda lihat sendiri, sebagaian besar blogger adalah blogger komunitas. Jadi kalau Anda ke Bandung, Yogyakarta, Palembang, Bali, atau Makssar, sebagian besar kota-kota di wilayah itu sudah punya komunitas blogging. Dan ini berjalan cukup baik karena komunitas itu mendukung para bloger, mendorong mereka supaya terus menulis di blog.”
Sebagian masyarakat Indonesia melakukan blogging dengan alasan yang berbeda.
Esti 27 tahun, adalah penulis lepas. Ia menulis blog tentang masalah gender dan seksual, bersama lima perempuan lainnya yang tinggal di Jakarta. Kata dia, masyarakat suka blognya karena mereka ingin mengekspresikan diri dan itu dimungkinkan oleh situs blog.
“Sebenarnya artinya relatif. Karena menurut saya menulis itu bukan soal ekspresi diri tapi satu hal yang kita mau lakukan. Jadi blogging berarti satu cara untuk berekspresi dan belum tentu karena saya harus suka menulis, tapi lebih ke satu hal yang saya harus lakukan.“
Banyak politisi dan kandidiat politik, termasuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, serta beberapa menteri yang punya blog masing-masing. Komentator politik Wimar Witoelar mengatakan blog sudah menjadi bagian penting untuk proses politik di Indonesia.
“Pada tahun pemilu ini, banyak orang yang sering kali menggunakan internet untuk tujuan politik. Kami tahu blogging sudah populer karena banyak tokoh politik yang menggunakannya atau pura-pura menggunakannya. Juga karena media besar mulai mengutip dari situs blog. Dan bahkan berita yang paling baik dan terbaru bisa ditemukan di internet.”
Sebagian memandang blog sebagai salah satu cara untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas informasi serta diskusi seputar pemilu. Situs blog Radja Aritonang rata-rata dikunjungi oleh 300 orang setiap hari. Ia bertujuan memberikan informasi indepeden seputar kandidiat politik dan isu pemilu lainnya.
“Banyak masukan, tanggapan, opini dalam blog saya (http://ijrsh.wordpress.com), mereka (pembaca) memberi penilaian yang positif, mereka merasa terbantu; yang selama ini mereka tidak mengerti politik menjadi mengerti politik. Jadi banyak masuk tanggapan-tanggapan yang positif. Saya juga memberi kesempatan kepada mereka dalam blog itu untuk intraktif; tanya jawab sesama pembaca maupun kepada saya, sehingga blog itu akhirnya menjadi jadi tempat belajar bersama, tempat berbagi pengalaman bersama (share knowledge), tempat mereka memberi opini maupun aspirasi mereka tentang pemilu di indonesia.”
“Readers give positive feedback. They feel helped, so if they don’t understand politics, they become knowledgeable about politics. So many positive responses, and I also share knowledge with them so it becomes an interactive blog, I take responsibility for asking questions of them just as they ask questions of me. It becomes a learning place for all of us, and a place to share knowledge, and also to share their aspirations, their opinions about the Indonesian election.”
Tapi, meski situs blog kian populer, sebagian besar orang Inonesia tidak punya akses internet. Sekarang ini, hanya sekitar 25 juta orang dari lebih 230 juta penduduk Indonesia yang bisa online.
Enda Nasution menuturkan ini mengundang kecurigaan seputar blogging dan para bloger khususnya dari kelompok agama, yang kadang mencoba mengintimidasi para bloger.
“Di Indonesia ada kesenjangan digital. Kalau Anda lihat sepuluh orang hanya satu di antara mereka yang punya akses internet atau bahkan komputer. Jadi, sembilan orang lainya tidak tahu apa yang terjadi di internet. Ini membuat ketegangan antara dua kelompok yaitu para pengguna internet dan mereka yang tidak menggunakannya, melihat tempat itu sebagai tempat yang aneh di mana apa saja bisa terjadi.”
Beberapa kelompok lainnya punya kekhawatiran terhadap aktivitas blogging.
Nezar Patria, ketua Aliansi Jurnalis Independen, menuturkan ia serta jurnalis lainnya khawatir, situs blog khususnya yang berbau politik, memberikan informasi yang bias dan mengecohkan masyarakat.
“Menurut saya, blog bukan produk dari jurnalisme, tidak diciptakan sama seperti jurnalis membuat berita. Kami membuat berita sesuai prosedur. Kami punya standar jurnalisme yang disebut kode etik, jadi saya tidak melihat situs blog sesuai dengan standar ini. Kadang saya mendapat informasi yang mengecohkan dari beberapa situs blog. Kami bisa mengomentari mereka dan katakan, informasi Anda salah, dan mereka tidak bertanggung jawab dengan isinya.”
Tapi Wimar Witoelar mengatakan meningkatnya informasi dan diskusi dalam blog justru bagus, meski tidak menjangku seluruh warga Indonesia.
“Interaksi politik tidak terlalu dalam…Jadi apa saja bisa membantu mengatasi hal ini. Tak penting berapa banyak yang berkomunikasi. Blog bisa berdampak panjang. Apapun yang kita katakan akan diingat terus.”
Sumber kutipan: http://asiacalling.kbr68h.com/index.php/archives/2406
| Indonesian Bloggers Gain Political PowerFebruary 7th, 2009 by Laura Beavis | Peranan Blog Dalam Kancah Politik IndonesiaFebruary 7th, 2009 by johnpederson |
Ket :
Ilustrasi Foto, Bold, Warna, tanda kurung by ijrshRadja Aritonang adalah nama lain dari ijrsh
Klik disini untuk mendengar versi radio Peranan Blog Dalam Kancah Politik Indonesia
Interaktif :
Apakah blog dapat menjadi sumber informasi politik (atau hal lainnya) di Indonesia?, atau selama ini hanya sekedar tempat bertukar informasi, dan atau hanya tempat menuangkan pendapat semata.
.Proses nge-blog sangat melelahkan, apalagi dikerjakan secara personal. Dibutuhkan kemauan, serta waktu yang cukup besar untuk membuat artikel dan atau membalas komentar pembaca. Dalam blog ijrsh ini, kiranya pembaca harap maklum bila saja banyak terdapat kekurangan baik dalam hal kuantitas maupun kualitas materi maupun respon yang bisa saya sampaikan. Saya tidak bisa fulltime mengupdate blog ini maupun memenuhi banyak respon/keinginan pembaca. Waktu senggang yang saya luangkan untuk mengupdate blog inipun sudah terbatas saat ini oleh berbagai kesibukan.
.Namun oleh karena kerelaan pembaca memberi opini, saya mengucapkan banyak terimakasih, karena opini tersebut dapat menjadi penyempurna (pembobotan, koreksi, informasi lapangan, dlsb) terkait artikel-artikel dalam blog ini.
.Like this:
Be the first to like this post.
Ditulis dalam PEMILU 2009. Kaitkata: Aliansi Jurnalis Independen, Blog, blog politik, Blog Politik Indonesia, Enda Nasution, Esti, ijrsh, Johnpederson, Laura Beavis, Nezar Patria, Radja Aritonang, Susilo Bambang Yudhoyono, webblog, Wimar Witoelar. 14 Komentar »
Belajar Politik Bagi Pemula
4 Juli 2008 — ijrshOleh : indra jaya rajagukguk, sh
Manusia adalah makhluk politik demikian postulat Aristoteles, dengan istilah “zoon politicoon”. Dalam pengertian sederhana; manusia itu berada dalam kehidupan pemerintahan terkecil yakni keluarga. Dalam keluarga terdapat pemerintahan dengan pimpinan yang disebut Kepala Keluarga, yang mengatur dan mendisiplinkan para anak-anaknya (Anggota Keluarga) menuju tujuan bersama, kebahagiaan dan kesejahteraan hidupnya. Maka untuk maksud tersebut terdapatlah kekuasaan, peraturan, hak dan kewajiban dalam keluarga tersebut. Demikianlah kiranya implementasi politik, pemerintahan dalam konteks sederhana.
Dalam konteks berbangsa dan bernegara, terdapat susunan pemerintahan yang dimulai dari tingkat II (Kab/Kota), tingkat I (Provinsi) dan pemerintahan tingkat pusat (Nasional). Dalam tingkatan tersebut terdapat pusat kekuasaan : Legislatif (Pembuat Perda, UU), dan Eksekutif (Pelaksana Perda, UU. Yakni Bupati/Walikota, Gubernur, Presiden). Kekuasaan ini dapat diperoleh dengan cara mengikuti pranata politik yang diatur dalam UU. Yaitu melalui Partai Politik (NB : untuk Pilkada diperbolahkan calon perseorangan-sebagaimana putusan Mahkama Konstitusi tahun 2008)
Politik perebutan kekuasaan itu, acapkali kita kenal dengan sebutan politik praktis. Dimana domain itu diperankan oleh parpol dan aktivis-aktivis politik. Untuk memahami bagaimana politik praktis itu secara muda (khususnya bagi pemula), maka upaya memahami apa itu hakekat politik, negara, partai politik dan etika politik serta pemilu menjadi bacaan wajib, baik yang bersifat teori maupun praktik sebagaimana diatur dalam undang-undang yang berlaku.
Berikut ditampilkan tulisan setebal 16 halaman, dengan judul BERPOLITIK YANG PROFESIONAL, karya Bonar Simangunsong. Tulisan beliau sangat cocok bagi kalangan awam (pemula, umum) yang ingin memahami politik secara singkat dan cepat. Untuk melihatnya klik dibawah ini
Like this:
Be the first to like this post.
Langganan:
Postingan (Atom)